RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Sutan Aswar, Ilmuwan Minang Pencipta Bahan Bakar Pesawat Pertama di Indonesia

Sutan Aswar, Ilmuwan Minang Pencipta Bahan Bakar Pesawat Pertama di Indonesia

Ajang Asian Games 2018, menerbitkan nama kakak beradik Aero dan Aqsa Sutan Aswar, atlet jetski yang menyumbang sejumlah medali untuk Tanah Air. Namun, siapa sangka, jasa keluarga ini kepada Indonesia sudah dimulai dari leluhurnya. Kakek mereka, Sutan Aswar merupakan sosok yang sangat berjasa dalam mendirikan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tokoh dari ranah Minang ini lahir di Padang 23 Juni 1925 dan meninggal dunia di Jakarta 27 Agustus 2006. Selain sebagai salah satu tokoh pendiri AURI, beliau juga pencipta bahan bakar pesawat terbang pertama di Indonesia.

Bensin udara yang diciptakannya adalah 91 oktan untuk pesawat Anson, C-47 untuk pesawat Dakota, 80 oktan untuk pesawat Stinson.

Tidak ada catatan lengkap mengenai masa kecil dan pendidikan yang ditempuh oleh kakek Aero Sutan Aswar -juara dunia jetski dan pejetski nomor satu dunia tahun 2016 tersebut.

Informasi yang dihimpun Padangkita.com, catatan pendidikan yang pernah dienyam Sutan Aswar adalah di Technische Hoogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung) sebelum dirinya bergabung dalam perjuangan kemerdekaan.

Dalam karirnya, Sutan Aswar pernah menjadi Anggota Hakim Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub). Selain itu, beliau juga pernah diangkat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat (MPR-DPR) dari fraksi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tahun 1966-1976.

Sejarah penemuan bahan bakar atau bensin pesawat terbang dimulai pada 28 Desember 1947. Pada tanggal tersebut dikirim Tetra Ethyl Fluid (TEL) dari Yogyakarta ke Sumatera untuk pembuatan bensin udara. TEL (Tetra Ethyl Lead) adalah zat aditif yang ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan bilangan oktan. sumber

Leave a Reply