RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Wali Kota Mahyeldi Ajak Peserta PEC 2019 Urun Rembuk Bangun Ekonomi Padang

Wali Kota Mahyeldi Ajak Peserta PEC 2019 Urun Rembuk Bangun Ekonomi Padang

Acara Padang Economic Conference (PEC) 2019 resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Dr. Iskandar Simorangkir. Pembukaan berlangsung di tempat berlangsungnya konferensi, di Hotel Grand Inna, Padang, Kamis, (14/3/2019).

Pembukaan dihadiri oleh Wali Kota Padang H. Mahyeldi, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia H.E. Roy Ferguson, Ketua Pengarah Malindo Business & Cultural Center (MBCC) Asia Prof Dato Sri Alex Ong, jajaran pemerintah Kota Padang dan Sumatera Barat, para investor dan tamu undangan.

Pada opening remarks-nya, Iskandar SImorangkir menyatakan apresiasinya terhadap kinerja pemerintahan daerah, termasuk Pemerintah Kota Padang karena kontribusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai hambatan karena situasi global.

“Ternyata kita masih mampu mengatasi ketidakpastian global. Pak Wali Kota Padang menyatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Padang lebih tinggi dari ekonomi nasional. Sementara, negara lain banyak yang mengalami penurunan pertumbuhan. ini tidak lepas dari pertumbuhan daerah, salah satunya di Kota Padang ini,” ungkap Iskandar dalam pidatonya, yang dilanjutkan dengan seremoni pembukaan acara secara resmi.

Sementara itu, Wali Kota Padang H. Mahyeldi menyampaikan tekadnya menjadikan Kota Padang sebagai international city yang fokus ke empat hal, yakni ketersediaan energi, tersedianya air minum, tersedia transportasi yang nyaman dan memadai, serta mempersiapkan masyarakat yang ramah dan perduli terhadap perkembangan kota.

Berlandaskan tujuan tersebut, Mahyeldi mengajak peserta PEC 2019 untuk urun rembuk dan berkontribusi dengan memberikan ide untuk pembangunan Padang.

“Mari kita berdiskusi, menggelontorkan ide yang inovatif dan bernas, untuk kota kita tercinta,” ungkap Mahyeldi sebelum menutup sambutannya.

Leave a Reply