RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Upaya Pemerintah Daerah Melestarikan Tradisi Memasak Maapam

Upaya Pemerintah Daerah Melestarikan Tradisi Memasak Maapam

Tradisi memasak Maapam (memasak sarabi) merupakan kegiatan rutin yang diadakan masyarakat Minangkabau di Pasaman Barat, Sumatera Barat setiap tahun. Tradisi memasak makanan oleh ibu-ibu yang terbuat dari tepung beras yang dinamakan ma-apam biasanya dilakukan menjelang memasuki Bulan Rajab di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) tetap terus dilestarikan

Tradisi yang sudah turun dan temurun tersebut selain mempererat tali silaturahmi masyarakat, juga ikut mengajak meningkatkan persatuan dan kesatuan. Puluhan tungku untuk memasak apam tersebut dikerumunani oleh ibu-ibu. Sambil memasak apam terlihat tertawa bersama sambil mengaduk bumbu dan santan kental sebagai bahan dasar apam sebelum di masak. Semua bahan dan cara yang digunakan terlihat masih sangat tradisional.

Sebagai upaya melestarikan tradisi tersebut, Pemerintah Daerah Pasaman Barat adakan festival yang diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten setempat. Salah seorang peserta memasak apam, Baidah berharap ke depan generasi muda bisa mengenali dan melestarikan tradisi ini. Mulai dari tata cara mencari bahan, mengolah dan memasak apam. Sehingga tradisi memasak apam bisa terus dilestarikan oleh generasi penerus ke depan.

Proses Maapam itu sendiri dilangsungkan di perlintasan jalan Pertanian Padang Tujuh, nagari Aua Kuniang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi lainnya se Pasbar, Jumat (4/1).

“Festival ini digagas dengan tujuan agar kita lebih mengenal dan melestarikan ciri khas makanan tradisional kita termasuk Apam,” kata Bupati Pasbar H. Syahiran.

Selain melestarikan tradisi, kegiatan itu juga dapat melihat persatuan sesama OPD dengan masyarakat sekitar dan otomatis akan meningkatkan tali silahturrahmi, Ujarnya.

“Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pasbar ke-15, sebuah gagasan baru terlaksana yaitu festival Maapam serta kegiatan-kegiatan lainnya. Dengan festival maapam maka tidak melupakan ciri khas makanan dari leluhur kita. Banyak makanan ciri khas dahulu kala yang terkadang sering terlupakan karena sudah banyak masuk makanan-makanan yang siap saji dan modern yang ada di pasarkan sekarang,” tuturnya.

Makanan apam ini adalah salah satu makanan yang tidak pakai bahan pengawet dan zat kimia, maka aman untuk di konsumsi buat siapa saja karena bahan apam adalah bahan-bahan alami seperti tepung, santan, garam, gula merah itu salah satu bahan alami yang tidak berbahaya, lanjutnya.

“Maka dari itu, mari kita sama-sama mengenal makanan ciri khas daerah kita agar dipelajari kembali dan diturunkan kepada anak-anak kita, karena mengkonsumsi makanan tanpa bahan pengawet dan zat-zat berbahaya dapat memperpanjang usia dan salah satu pola hidup sehat,” ajak Syahiran.

Leave a Reply