RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Turis Tiongkok Temui Gubernur Usai Salat Duhur di Masjid Raya Sumbar

Turis asal Kunming, Tiongkok, yang berwisata ke Sumatera Barat (Sumbar) yang berjumlah 15 orang di antara mereka yang muslim menyempatkan diri salat duhur berjamaah di Masjid Raya Sumbar, Kota Padang.

Menyempatkan diri bertemu dengan bertemu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tanpa disengaja. Mereka menikmati indah alam Ranah Minang sesuai jadwal yang disusun.

Momentum itu berlangsung ketika mereka baru selesai salat duhur berjamaah. Pertemuan tersebut berlangsung haru. Sebab, sebelumnya mereka sempat mendapat penolakan dari beberapa warga di sejumlah destinasi wisata Sumbar.

Bahkan biro travel pendamping mereka sempat berencana mempercepat agenda para turis tersebut di bumi Minangkabau. Namun itu urung.

Saat bertemu Irwan Prayitno, para turis yang di dalam masjid terlihat haru. Mereka mengaku sudah lama merindukan suara azan. Kepada gubernur, Xing, 39, salah seorang wisatawan itu mengaku sangat bahagia karena bisa menunaikan salat berjamaah di masjid yang megah.

“Sudah lama kami merindukan suara azan. Di kampung halaman kami tidak bisa mendengar azan dari masjid. Di sini alhamdulillah suara azan begitu indah dan merdu,” ujar Xing sebagaimana disampaikan lewat penerjemahnya.

Irwan Prayitno yang tidak sengaja bertemu para turis tersebut pun meminta maaf. Permintaan maaf itu atas reaksi yang terjadi di Sumbar yang menolak kehadiran warga Tiongkok itu. Ketika para turis dari Kunming itu tiba, virus korona lagi mewabah di Tiongkok.

Virus itu menimbulkan kecemasan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Virus itu belum ada vaksinnya. Jumlah korban jiwa terus bertambah. Orang yang suspect terus meningkat.

“Tapi mereka lebih dulu minta maaf kepada kita. Mereka merasa kehadirannya telah merepotkan dan meresahkan warga Sumbar,” ujar Irwan Prayitno didampingi Kabiro Humas Jasman Rizal.

Pertemuan itu berlangsung santai. Irwan Prayitno berdialog para turis dan sempat memeluk seorang turis cilik asal Kunming itu.

Irwan Prayitno memberi motivasi kepada wisatawan tersebut. Terutama bagi yang Muslim. Irwan mengatakan bahwa Islam itu satu di dunia ini. “Biar dari Kunming atau dari mana saja, sesama Muslim itu satu dan kita bersaudara,” ujar Irwan.

Kabiro Humas Jasman Rizal yang ikut menyaksikan pertemuan itu mengaku terharu. “Saya terharu melihat mereka sujud di Masjid Raya. Beberapa kota di negaranya diisolasi virus korona. Di Sumbar mereka sempat ditolak,” kata mantan kepala Satpol PP Kota Solok itu.

Dikatakan Jasman, para turis Kunming itu memahami adanya penolakan oleh sebagian masyarakat di Sumbar.

Darmawi selaku pimpinan PT Marawa Corporate yang mendampingi turis Tiongkok ikut salat di Masjid Raya Sumbar. Dia mengatakan, rombongann dari Kunming tetap berada di Sumbar sesuai jadwal. Hanya beberapa agenda wisata yang tidak jadi dilaksanakan. Seperti di Kabupaten Tanah Datar, Jam Gadang di Kota Bukittinggi. “Hari ini agenda santai menikmati pantai dan objek wisata lainnya di Padang,” kata Darmawi.

Dia menyebut, dari 174 anggota rombongan dari Kunming, 15 di antaranya adalah beragama Islam. Makanya Masjid Raya salah satu destinasi religi yang dikenalkan. Bagi yang Muslim menyempatkan salat berjamaah. Sedangkan bagi yang nonmuslim berada di luar masjid. “Yang nonmuslim berfoto-foto di luar masjid. Apalagi masjid raya ini sangat indah dan megah,” tandasnya. Selanjutnya pada turis Kunming bertolak ke negara asalnya besok, Kamis (30/1).

Sejatinya ada gelombang kedua wisatawan dari Tiongkok yang datang ke Sumbar pada Jumat (31/1). Namun gelombang kedua itu dibatalkan karena merebaknya wabah virus korona di Tiongkok.

Sumber artikel dan photo : www.jawapos.com

Leave a Reply