Sukam, Alat Penangkap Ikan Tradisional Masyarakat Agam yang Unik - Sari Bundo Masakan Padang
sukam ikan agam 1

Sukam, Alat Penangkap Ikan Tradisional Masyarakat Agam yang Unik

Namanya sukam. Alat ini fungsinya untuk menangkap ikan dan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Minangkabau terutama di daerah Kampung Pariak, Garagahan, Lubukbasung, Agam. Alat ini adalah peninggalan leluhur dulu, namun masih digunakan sampai sekarang karena dianggap efisien dan ramah lingkungan.

Sukam ini terbuat dari bambu yang diikat seperti menyerupai rakit. Selain bambu, ada juga kayu sebagai penyangga. Semua elemen sukam terbuat dari alam, sehingga sangat natural sekali.

Pada saat menangkap ikan, sebagian badan dari bambu tersebut masuk ke dalam air sungai. Ya, sebagian badan sukam tenggelam, karena nantinya dari bagian yang tenggelam inilah ikan akan masuk dan terjebak ke dalam sukam. Karena terbuat dari bambu dan kayu serta banyak celah-celahnya, sehingga air yang masuk akan langsung keluar lagi, jadinya tidak menghambat aliran air sama sekali.

Warga di kampung tersebut yang menggunakan sukam untuk menangkap ikan mengatakan bahwa alat tersebut mampu menangguk ikan hingga 50 kilogram setiap harinya. Namun hasil tangkapan ini pun tergantung pada derasnya aliran arus sungai dan curah hujan.

Semakin deras air, biasanya ikan yang masuk perangkap sukam akan semakin banyak. Karena aliran air yang deras akan mendorong ikan tersebut masuk ke dalam sukam. Nantinya para warga masyarakat yang berada di atas sukam bisa langsung menangkap ikan tersebut dan memasukkan pada tempat yang telah disediakan. Hasil tangkapan ada yang untuk dijual ada pula yang dijadikan konsumsi keluarga di rumah.

Alat penangkap ikan ini bentuknya memanjang dan lumayan besar ya. Sehingga bisa dinaiki oleh manusia. Saat proses menangkap ikan, biasanya banyak masyarakat yang ikut melihat karena caranya yang unik dan menarik.

Para warga tinggal menunggu ikan datang, tanpa perlu memancing yang membutuhkan waktu cukup lama jika ingin mengumpulkan ikan yang banyak. Dengan sukam, ikan yang terkumpul jumlahnya bisa besar dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Kepemilikan sukam sendiri ada yang dimiliki secara pribadi, namun ada juga yang dimiliki secara berkelompok. Biaya pembuatannya juga relatif murah hanya 1,5juga dengan durasi pengerjaan kurang lebih satu harian.

Leave a Reply