RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Sawahlunto, Kota Kandidat Situs UNESCO

Sawahlunto di Sumatera Barat masuk nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO 2019. Buat yang belum tahu, inilah cara menuju ke sana.

Tahun ini UNESCO memasukkan Sawahlunto sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia untuk kandidat Situs Warisan Dunia kategori budaya. Memiliki sejarah panjang sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang pertama Indonesia.

Berlokasi di Sumatera Barat, Sawahlunto sendiri mungkin masih belum populer bagi traveler di luar Padang. Padahal, destinasi yang satu ini tak kalah indah dan punya banyak destinasi bersejarah.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto, Def Afriyanto menyebutkan, setidaknya ada 14 destinasi wisata yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan, baik yang dikelola oleh BUMD, Dinas Pariwisata maupun objek yang dikelola mandiri oleh masyarakat.

“Adapun 14 destinasi yang jumlah kunjungannya dicatat oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata, yakni, Kandih, waterboom, Cinema 4 D, Puncak Cemara, Museum Goedang Ransum, Museum Kereta Api, Gallery Info Box, Museum Tari, Museum Musik, Galeri Etnografi, Iptek Centre, Taman Buah Kandih, Desa Wisata Rantih dan Batu Runciang Silungkang. Sementara salah satu destinasi yang dikelola mandiri oleh warga desa setempat adalah destinasi Danau Biru di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi. Dari data yang diberikan masyarakat di sana, tercatat selama 5 hari masa libur lebaran tercatat sebanyak 4.286 pengunjung,” tuturnya.

Selain itu sebut Def Afriyanto, di kawasan pusat Kota tua juga menawarkan sejumlah museum destinasi sejarah, termasuk stasiun kereta api dengan inovasinya yakni resto/cafe di atas gerbong kereta juga terpantau ramai dikunjungi.

“Puncak Cemara menjadi objek favorit wisatawan, terbukti di kawasan destinasi Kota Tua ini, kunjungan ke Puncer biasa kawasan ini disebut dalam perharinya mencapai 2.481 orang. Hal itu tidak terlepas dari beberapa penambahan wahana baru, yakni spot foto balon udara dan Gantole,” ujarnya.

Tim dari International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) sudah diutus oleh UNESCO untuk menjalankan evaluasi akhir terhadap seluruh aset terkait operasional Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) sejak Senin (3/9) hingga Jumat (7/9) mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatra Barat (Sumbar) Gemala Ranti menyebutkan, proses pengajuan Kota Sawahlunto dan seluruh aset pertambangan di TBBO sudah berjalan tak kurang dari 4 tahun lamanya. Berbagai aspek sudah dinilai sebelumnya, hingga akhirnya tim dari UNESCO masuk ke tahap penilaian akhir pekan ini.

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar Nurmatias menambahkan bahwa tim ahli dari ICOMOS yang dikepalai Sarah Janes Brazil nantinya akan mengunjungi sejumlah titik yang memiliki kaitan dengan seluruh proses produksi dan distribusi batu bara, serta jalinan transportasinya dari Kota Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Daerah lain yang juga ‘kecipratan’ status warisan budaya dunia, antara lain Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.

Leave a Reply