Sanggar Tari Nusantara Minangkabau Tampil di Kota Paris, Prancis

Sanggar Tari Nusantara Minangkabau (Gastarana) diundang oleh KBRI Prancis dan KWRI UNESCO untuk tampil pada acara Bulan Indonesia pada Kamis (19/9/2019) di Kota Paris Prancis.

Sanggar Tari Nusantara Minangkabau, yang berasal dari Kelurahan Garegeh Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memenuhi undangan dan tampil memikat pada Kamis kemarin.

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI UNESCO, Surya Rosa Putra menyebutkan bahwa acara Bulan Indonesia ini adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk mempromosikan keragaman warisan budaya alam Indonesia.

“Kegiatan Bulan Indonesia ini diselenggarakan, untuk mempromosikan berbagai warisan budaya alam Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sekaligus menjadi kampanye tak langsung beberapa nominasi budaya tak benda (intangibale cultural heritage) Indonesia oleh UNESCO”, terang Surya Rosa Putra yang dikutip dari tulisan dalam undangan yang dilayang ke Sanggar Gastarana, tertanggal 22 Juli 2019 lalu.

Surya Rosa Putra menambahkan pada acara Bulan Indonesia ini, juga ada pertunjukan seni seperti pementasan seni tari, pameran seni rupa, seni music, pantun serta festival kuliner nusantara.

Menurut Surya Rosa Putra, salah satu pengisi acara ini adalah sanggar yang berasal dari Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Indonesia yaitu; Sanggar Gastarana.
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Gastarana, Zami Sofa mengucapkan banyak terima kasih kepada Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI UNESCO, Surya Rosa Putra yang telah mengundang dan menjamu anggota Sanggar Gastarana selama di Paris, Prancis.

“Dapat undangan dan berkesempatan untuk mengisi acara kesenian bertaraf internasional di Paris Prancis, merupakan kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami. Bahkan, setiba kami di Paris, kami langsung dijamu dan diundang menginap di rumah Pak Dubes,” kata Alumni ASKI Padang Panjang Angkatan Tahun 1993.

Sejauh ini lanjutnya Sanggar Gastarana, dikatakan sebuah sanggar dari Kelurahan Garegeh Kota Bukittinggi, yang diundang untuk menampilkan kesenian tradisonal Minangkabau di pentas internasional.

Sedangkan, tujuan Sanggar Gastarana tampil di Paris dijelaskannya guna memperkenalkan dan mengembangkan budaya Sumatera Barat atau budaya Minangkabau di pentas internasional.

“Pada pementasan di Paris, Sanggar Gastarana menampilkan Tari Rantak yang berkalaborasi dengan Ibu Dubes, dan penampilan kedua adalah Tari Piring Tigo Sapilin. Insya Allah pada 2020 nanti, Sanggar Gastaran akan diundang kembali tampil lewat penampilan karya tarian terbarunya. Semoga tahun depan, kami bisa didampingi oleh Pemda(Pemprov) Sumbar ataupun Pemko Bukittinggi”, harap Zami Sofa.

Sebagai warga Kelurahan Garegeh kota Bukittinggi, dirinya turut bangga karena bisa tampil dan membawa nama daerah Garegeh di pentas internasional.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sanggar Gastarana baik bantuan secara moril maupun materil. Pada akhirnya kami bisa memenuhi undangan untuk mengisi acara Bulan Indonesia di kantor Pusat UNESCO Paris Prancis”, ungkap pria yang akrab disapa dengan Da Oz ini.

Sempat Berutang
Rombongan Sanggar Gastarana berangkat dari Bukittinggi ke Paris sebanyak 9 (sembilan) orang, dan untuk biaya keberangkatan menuju Paris, Da Oz mengaku malahan sampai berutang kepada seseorang. Utamanya, untuk kebutuhan biaya keberangkatan dan lainnya dari segenap rombongan kali ini.

Da Oz berharap, setiba mereka nanti di Indonesia, bakalan ada pihak dermawan baik itu pejabat pemerintah maupun swasta yang berkenan untuk membantu dalam membayar utang biaya perjalanan mereka ke Paris.

Sementara itu, satu tokoh pemerhati budaya Bukittinggi, Ramdalel mengapresiasi dan ikut berbangga atas diundang serta tampilnya Sanggar Gastarana di Kota Paris.

“Kami, dari sekumpulan pemerhati budaya, tentunya amat berbangga akan prestasi (invatitation) yang didapatkan oleh sanggar Gastarana ini. Karena memang amat bersejarah dan sangat fantastis dalam dunia seni pementasan. Apalagi, ini murni sebuah undangan dari dunia international”, ungkap Pendiri Dewan Kesenian Tanah Datar ini.

Sementara tokoh generasi muda Bukittinggi, Yofialdi M Jufri mengaku selaku warga Bukittinggi juga turut bangga atas prestasi yang diraih oleh sanggar Gastarana di pentas internasional.

“Keberhasilan Sanggar Gastarana mentas di panggung internasional ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Saya sebagai masyarakat Bukittinggi, dan sanggar Gastarana ini merupakan aset yang sangat berharga bagi kita semua”, ujar Yofialdi

Yofialdi melanjutkan, bahwa sanggar Gastarana patut dilestrikan dan diberi perhatian lebih oleh setiap stakeholder, termasuk oleh Pemko Bukittinggi.
“Adanya perhatian lebih dari setiap stakeholder, maka bisa membantu kemajuan serta perkembangan terhadap sanggar Gastarana dan sanggar-sanggar lain yang ada di kota Bukittinggi,” harapnya.

Leave a Reply