RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Pupuik Gadang, Kesenian Minangkabau yang Terancam Punah

Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJTgl3) menampilkan pertunjukan Pupuik Gadang atau Pupuik Batang Padi dari Sasaran Silek Lapau Manggih, Gunuang Sariak, Selasa (3/9) malam di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru. Selain termasuk salah satu kesenian Minangkabau yang mulai langka pemainnya, mencari generasi penerus untuk memainkan alat musik ini juga sangat sulit.

“Di sasaran, hanya dua orang yang bisa memainkan Pupuik Batang Padi ini,” ujar Pimpinan Sasaran Silek Lapau Manggih, Afrijon Rajo Basa usai tampil di iven bulanan Nan Jombang Grup ini.

Ia mengakui, memainkan alat musik tiup tradisional Minangkabau satu ini memang susah. Tekniknya pun lebih sulit dari Saluang. Tidak saja soal bagaimana mengatur pernafasan agar bunyi pupuik tidak putus-putus, pemainnya pun harus memiliki kecakapan dalam mengenali dan menghasilkan nada. Adapun untuk memainkan Pupuik Batang Padi ini, pemain menutup dan membuka bagian ujung pupuik yang berbentuk kerucut dengan menggunakan jemari.

“Ada lima nada yang bisa dihasilkan Pupuik Batang Padi ini, dan belajarnya memang susah. Tapi asalkan ada kemauan dan rajin bertanya, siapapun bisa memainkan alat musik ini,” katanya.

Menurutnya, saat ini pertunjukan Pupuik Gadang atau Pupuik Batang Padi ini memang mulai diminati sebagai sebuah tontotan, namun mencari generasi penerusnya memang agak sulit. Selain karena memainkan alat musik ini cukup susah, minat generasi muda untuk mempelajari alat musik berbahan batang padi dan daun pandan ini masih kurang.

Sementara itu, Pimpinan Nan Jombang Grup, Ery Mefri mengatakan bahwa alat musik Pupuik Gadang memang perlu perhatian khusus, baik untuk pelestariannya dan juga mencari bibit-bibit baru yang mumpuni memainkannya.

“Saat ini tidak banyak yang bisa memainkan Pupuik Gadang, dengan teknik yang memang susah dimainkan. Pemerintah dan lembaga terkait harus memberikan perhatian khusus untuk alat musik yang terancam punah ini,” kata Ery.

Ia mengatakan, satu persatu kesenian tradisi dan kesenian berakar tradisi telah disuguhkan dari tahun ke tahun di FNJTgl3. Selain untuk menjangkau seluruh kesenian tradisi di Sumbar, iven ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan kesenian Minangkabau pada masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam pertunjukan, Selasa malam lalu, Sasaran Silek Lapau Manggih menampilkan pertunjukan Pupuik Gadang yang juga didukung dengan alat kesenian, seperti Talempong Pacik dan Gendang. Selain itu, saat musik tradisional dimainkan, anggota sasaran yang berdiri 2017 ini ganti berganti menampilkan kebolehan dan kelihaiannya dalam basilek.

Leave a Reply