RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Pemerintah Kota Padang Gali Terus Potensi Wisatanya

Pemerintah Kota Padang Gali Terus Potensi Wisatanya

PADANG – Keinginan menjadikan kota Padang sebagai kota kunjungan wisatawan, menjadi alasan Wali Kota Padang Mahyeldi Asharullah untuk terus menggali potensi wisata di Kota Padang dan sekitarnya. Mahyeldi menyebut akan terus mencari cara supaya jumlah kedatangan wisatawan ke Kota Padang terus meningkat. Karena pertumbuhan pariwisata akan berdampak positif bagi peningkatan masyarakat di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK).

“Disamping potensi lain, fokus Padang masih pariwisata. Bagaimana kunjungan terus meningkat, ekonomi masyarakat meningkat. Ini harus kita rawat. Secara berangsur, pariwata mengeliatkan produk UMKM. Usaha perhotelan, dan sebagainya,” kata Mahyeldi.

Hal ini disampaikan Mahyeldi pada acara Padang Economic Conference 2019 kemarin, Kamis (14/3) di Grand Inna Muara, Padang. Selama ini kata Mahyeldi potensi wisata Kota Padang memang paling ampuh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Padang kata dia memiliki keuntungan sebagai kota yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera. Hal itu membuat wisata pantai Padang punya nilai-nilai keindahan karena langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Berdasarkan catatan pemerintah Kota Padang sejak 2015 sampai 2018 ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang yakni mencapai 405 persen. Pemerintah kata dia akan berupaya menjaga dan meningkatkan jumlah itu. Walau saat ini sedang dalam tantangan kenaikan harga tiket pesawat hampir di semua maskapai.

“Peluang investasi lain tentu kami gali terus tapi tetap memperioritaskan pariwisata,” ujar Mahyeldi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Rudy Rinaldy tak menampik untuk memajukan sektor pariwisata di Kota Padang membutukan investor. Karena keuangan negara dan pemda tidak mencukupi untuk menggencarkan pembangunan sebuah daerah.

“Investasi dibutuhkan untuk menutupi kelemahan keuangan Negara. Seperti APBD Kota, Provinsi, dan APBN. Investasi ini untuk menutupi 30 persen kekurangan APBD setiap daerah,” ucap Rudy.

Leave a Reply