Clara Vincent Naikkan Pamor Rias Adat Minangkabau di Hongkong

Clara Vincent Naikkan Pamor Rias Adat Minangkabau di Hongkong

SARIBUNDO.BIZ – Globally, act locally. Demikian prinsip yang dijalani para perantau di luar negeri yang masih memegang teguh budaya lokal. Sebab, hidup di negeri orang lain, bukan berarti melupakan prinsip, kearifan lokal dan budaya serta potensi di Indonesia.

Hal itulah yang telah dilakukan Clara Vincent, perias wajah adat minangkabau yang terus mempromosikan potensi daerah asal Indonesia, salah satunya adalah rias ala Minang atau Minangkabau.

Secara geografis, Minangkabau atau disingkat Minang meliputi daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia. Akan tetapi secara garis besar, Minang dikenal sebagai salah satu entis kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan identitas agama Islam.

Rias Minangkabau

Rias pengantin adat minangkabau, rias pengantin Jakarta, rias pengantin Palembang, Jawa, Sunda atau pengantin Minang berjilbab, menjadi mode yang familiar di Nusantara. Lalu, bagaimana dengan di Hongkong?

”Riasan Minangkabau menurut saya riasan yang amazing di antara riasan adat yang ada di Indonesia yang begitu banyak adat istiadat dan budayanya,” ujar Clara Vincent

Hal itu, menurut Clara, terlihat dari hiasan asesoris yang ada di kepala yang melambangkan kemegahan yang ada daerah adat setempat. ”Tentunya semua itu didukung juga oleh make up yang amazing untuk melengkapi kemegahan itu sendiri. Jadi menurut saya, make up, asesories, baju, adalah hal yang saling berkaitan satu sama lainya untuk menciptakan suatu karya yang amazing,” tutur Clara yang tak lama ini mempromosikan rias Minangkabau di Negeri Beton tersebut.

Dia juga menjelaskan, bahwa pihaknya sangat senang sekali bisa mengeksplore berbagai konsep rias dari berbagai daerah asal Indonesia. Meskipun ia sendiri dari Jawa Timur, akan tetapi justru mempromosikan adat Indonesia di luar negeri adalah bentuk nasionalisme. (Baca Juga: Ungku Saliah, Sosok Kakek Kopiah Hitam di Rumah Makan Padang)

”Saya pribadi sebagai pelaku MUA (Make Up Artist) sangat bangga dan senang banget bisa merias riasan adat daerah, terutama adat daerah yang ada di Indonesia yang kaya dengan berbagai macam kultur budayanya,” tandas dia.

Leave a Reply