RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Orang Minangkabau Sejak Dulu Dikenal Sebagai Diplomat Ulung

Orang Minangkabau Sejak Dulu Dikenal Sebagai Diplomat Ulung

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi memuji masyarakat Minang yang sejak dulu dikenal sebagai diplomat ulung. Retno ingin terus ada regenerasi diplomat dari Sumbar.

Pujian tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi,, saat menghadiri dan membuka secara resmi Diplomacy Festival (Diplofest) di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Sabtu 2 Februari 2019.

“Ini tidak hanya diakui di Indonesia, namun juga di dunia internasional. Bahkan Duta Besar (Indonesia) untuk PBB saat ini berasal dari Ranah Minang,” kata Retno di hadapan mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Padang, dalam Public Lecture and Diplomacy Festival (Diplofest), Sabtu (2/2/2019). Dubes Indonesia untuk PBB yang dimaksud Retno adalah Dian Triansyah Djani.

Public Lecture dan Festival Diplomasi merupakan dua agenda penting diplofest yang digelar Kemenlu untuk kota Padang yang merupakan kota ke empat diselenggarakannya kegiatan serupa setelah sebelumnya dihelat pada tahun 2018, di Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.

Harapannya, melalui kegiatan ini, mampu mendorong masyarakat khususnya generasi muda mahasiswa dan pelajar untuk dapat lebih memahami dan menjadi bagian dari diplomasi Indonesia.

Di depan ribuan mahasiswa, Retno menyampaikan jika orang Minangkabau itu sangat dikenal sebagai diplomat ulung. Dan ini tidak hanya diakui di Indonesia, namun juga di dunia internasional. Bahkan duta besar PBB saat ini, berasal dari ranah Minang.

Menurut Retno, Agus Salim, Bung Hatta, M. Natsir dan Buya Hamka merupakan tokoh yang tokoh yang sangat luar biasa. Dia memberikan kontribusi besar bagi negara ini.

“Jejak orang Minang di dalam diplomasi Indonesia, sudah tidak asing lagi. Pasti sangat membanggakan bagi orang minang. Banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Tidak hanya tokoh asli Minangkabau, tapi juga Sumandonya (istilah laki-laki yang bergabung dengan keluarga perempuan yang diikat dengan tali pernikahan),” kata Retno.

Mengingat Sumatera Barat banyak melahirkan tokoh diplomat, Retno lantas mengajak para mahasiswa yang hadir untuk bergabung bersama dengan Kementrian Luar Negeri setelah lulus kuliah.

“Saya berharap, mahasiswa di sini dapat bergabung bersama Kemenlu, menjadi diplomat.”

Leave a Reply