RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Olahan Daging dari Pulau Sumatera untuk Idul Adha

Tak melulu sate dan sop, Anda bisa mengolah daging Idul Adha jadi hidangan khas Pulau Sumatera. Ada kari kambing Aceh hingga asam padeh yang menggoda.

Kuliner khas Pulau Sumatera begitu menggugah selera. Ada banyak hidangan berbahan daging kambing dan daging sapi yang lezat. Tentu bisa jadi inspirasi Anda untuk olahan Idul Adha nanti. Berikut 5 hidangan dari pulau Sumatera yang cocok disajikan saat lebaran haji.

1. Kari kambing
Di Aceh, kari kambing disebut Kuah Sie Kameng. Bahan utamanya daging dan jeroan kambing yang dibumbui kari. Rempah yang dipakai sangat banyak seperti daun temurui, daun kari, pekak, adas, hingga kayu manis. Biasanya kari kambing Aceh dinikmati dengan roti canai.

Kari kambing serupa juga bisa ditemui di Medan. Olahan daging kambing ini dibumbui beragam rempah dan santan segar. Yang paling menonjol adalah tekstur daging kambing yang super empuk. Salah satu triknya adalah membungkus daging kambing bersama daun pepaya sebelum diolah.

2. Sate Matang
Bosan sate kambing atau sapi biasa? Coba bikin sate Matang khas Aceh. Nama sate berasal dari lokasinya yaitu di Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Sate Matang bisa dibuat dari daging sapi atau kambing dengan bumbu layaknya sate lain.

Ada ketumbar, bawang putih, bawang merah, hingga kunyit dan kemiri untuk bumbu halus sate. Selanjutnya sate Matang dibakar hingga empuk dan juicy. Untuk penyajian, sate Matang menggunakan bumbu kacang dan kuah kaldu kambing yang gurih dan kental.

3. Gulai balak
Dari Lampung ada gulai balak yang bisa jadi inspirasi olahan Idul Adha. Anda bisa memakai daging kambing atau sapi untuk membuatnya. Tambahkan juga santan segar yang berkualitas. Warna gulai balak dominan kuning karena ditambahkan kunyit.

Bumbu halus untuk membuat gulai balak antara lain cabai merah, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, ketumbar, jintan, dan lengkuas. Gulai balak yang gurih, kental, dan berempah paling enak dinikmati bersama nasi hangat.

4. Dendeng
Bagi penyuka olahan daging kering, dendeng dari ranah Minang wajib dicoba. Dendeng memakai irisan daging sapi tipis yang direbus dengan bumbu lalu digoreng hingga kering. Ada dua versi dendeng yang populer yaitu dendeng balado dan dendeng batokok.

Untuk dendeng balado, daging direbus lalu dijemur dan digoreng hingga garing. Pelengkapnya memakai sambal balado berbahan cabai merah dan bawang merah. Sementara dendeng batokok berupa daging sapi yang sudah direbus dengan bumbu lalu dipukul-pukul sehingga dagingnya menjadi pipih.

Dendeng batokok bisa diolah dengan cara direbus, dibakar ataupun digoreng tapi tidak sampai garing. Pelengkap umum dendeng batokok adalah sambal cabe hijau atau lado mudo. Dibuat dari cabai hijau, tomat hijau, bawang merah, dan garam yang diulek kasar

5. Asam padeh daging
Kalau hidangan Minang lain umumnya memakai santan, asam padeh tidak. Olahannya juga tidak hanya ikan tapi bisa juga daging sapi. Dalam bahasa Minangkabau ‘asam padeh’ berarti asam pedas yang menggambarkan rasa hidangan ini.

Rasa asam berasal dari penggunaan asam kandis dan rasa pedas dari cabai. Warna merah-oranye pada asam padeh didapat dari perpaduan cabai merah dan kunyit. Asam padeh diracik dari bumbu cabai merah, kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan jahe.

Leave a Reply