Nasib Wisata Sumbar di Tengah Pandemi Covid-19

Sumatera Barat atau Ranah Minang kaya dengan tempat wisata alam yang sangat indah. Ranah Minang terus mengembangkan potensi alam yang mereka miliki sebagai ladang untuk meningkatkan perekonomian. Sumbar yang masih kental dengan kehidupan adatnya masih menarik para wisatawan dari berbagai negara untuk mengunjungi tempat wisata yang ada. Setiap hari liburan tiba, tempat-tempat wisata yang ada di ranah minang selalu ramai di kunjungi oleh pengunjung.

Pada masa pandemi covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona yang diumumkan muncul pertama kali pada akhir 2019 kemarin di kota Wuhan Cina. Kemudian virus ini terus menerus menyebar hampir keseluruh dunia termasuk di Indonesia. kasus positif covid-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada 2 maret 2020. Semenjak itu, virus corona merupakan virus yang sangat ditakuti oleh semua orang, banyak orang yang stres karena memikirkan bencana virus ini.

Keberadaan Virus corona telah memberikan dampak yang teramat buruk dari berbagai bidang baik industri, perekonomian, pendidikan dan kepariwisataan. Semenjak diumumkan pertama kali di Indonesia sampai sekarang virus tersebut belum menunjukann tanda-tanda hilang. Semua upaya telah dilakukan oleh pemerintah dengan cara PSBB yaitu pembatasan sosial berskala besar. Dimana semua orang harus membatasi diri dari bersosialisasi dengan orang lain. Pekerjaan maupun pendidikan harus dilakukan dirumah masing-masing secara online memanfaatkan media yang ada.

Dampak yang sama, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang ada diIndonesia, juga merasakan dampak dari virus corona ini. Kasus pandemi covid-19 disumatera barat pertama kali dikonfirmasi pada 26 maret 2020 di kota Bukit Tinggi. semenjak saat itu, virus ini terus menerus menyebar di provinsi-provinsi yang ada di Sumatera Barat sampai dengan sekarang.

Semenjak virus corona menyebar di ranah minang, hal ini menjadi sesuatu kabar yang buruk bagi perendustrian kepariwisataan di Minangkabau. Semenjak di keluarkan aturan untuk tetap dirumah saja oleh pemerintah, membuat orang mau tidak mau harus mematuhi aturan tersebut demi kebaikan bersama. Orang-orang harus menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah, tempat wisata di ranah minangpun terpakasa harus ditutup untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, sebagaimana yang diketahui bahwasanya tempat wisata merupakan salah satu ladang pencarian bagi masyarakat yang bertempat tinggal di situ, mau tidak mau harus menerima kenyataan pahit dengan penutupan tempat wisata yang artinya juga pengurangan pemasukan bagi warga setempat.

Salah satu contoh tempat wisata yang sangat mengalami dampak dari covid-19 ini adalah jam gadang yang berada di kota Bukit Tinggi. Jam gadang merupakan jam besar yang kata orang-orang menyerupai big bang yang berada di London Inggris. jam gadang ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik di dalam negeri maupun diluar negeri, ketika berkunjung ke jam gadang pasti anda akan bertemu banyak wisatawan asing disini. Tidak heran di kota ini juga banyak hotel-hotel bagus. Kota Bukit Tinggi yang mempunyai udara yang sangat sejuk menjadi salah satu hal juga yang dicari oleh orang-orang untuk menghabisi waktu liburan bersama orang terdekat. Jam gadang merupakan industri pariwisata yang sangat memberikan efek pertumbuhan bagi perekonominan warga setempat, hotel-hotel banyak dibangun tentunya untuk penginapan wisatawan asing.

Semenjak virus corona menyebar dan orang-orang harus memutus mata rantai penyebarannya dengan harus berada dirumah saja dan mengurangi kegiatan yang berada diluar rumah. Tempat wisata jam gadang menjadi sepi oleh pengunjung, banyak karyawan-karyawan yang harus bersedia untuk di PHK karena kurangnya pemasukan dan tidak ada lagi uang untuk mengaji mereka. hotel-hotel dikota tersebut pun harus menerima kenyataan dengan berkurang pengunjung untuk menginap, dan para karyawan pun harus bersedia untuk mendapat gaji yang kurang dari biasanya.

Tidak hanya wisata jam gadang saja yang mengalami dampak dari covid-19 ini. Hampir seluruh tempat wisata di ranah minang harus menerima kenyataa pahit bahwasanya mereka akan mengalami pengurangan pemasukan sehari-hari. Seperti pantai purus yang berada di kota Padang, lembah harau yang berada di Kab. 50 kota dan masih banyak tempat wisata lainnya.

Dampak covid-19 ini sangat berpengaruh buruk bagi hampir semua orang, tetapi kalau dipandang dari segi positifnya juga terdapat hal yang sangat menyenangkan bagi tempat wisata yang ada di ranah minang yaitu, terjaganya kebersihan wisata-wisata alam yang ada. Salah satu contohnya, tempat wisata pantai purus yang berada di kota padang, pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang, setiap sore pantai ini akan diramai oleh pemuda pemudi yang berkumpul baik untuk melepas penat, bersepeda ria dan lain sebagainya, hal itu membuat orang yang berkunjung susah untuk menjaga kebersihan dari pantai ini, pengunjung pantai selalu membuang sampah disembarangan tempat sehingga membuat kawasan tersebut banyak dengan sampah dan menjadi tidak enak untuk dipandang. Mungkin virus corona ini menjadi salah satu hal yang positif bagi tempat wisata untuk beristirahat dari tangan-tangan jahil manusia. Sumber

Leave a Reply