RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Mengenal Tradisi Malamang Khas Sumatra Barat

SARIBUNDO.BIZ – Malamang sekilas tak ada istimewanya, karena hanya berartikan memasak lemang. Lemang adalah panganan khas Sumatra Barat yang terbuat dari adonan beras ketan putih dan santan yang dimasak kedalam bamboo.

Bamboo tersebut sebelumnya dialasi dengan daun pisang dan kemudian di panggang di atas bara api. Biasanya lemang di sajikan dengan tapai atau ketan hitam yang sudah difermentasikan.

Namun, bagi masyarakat Sumatra Barat malamang merupakan suatu tradisi. Tradisi ini biasanya dilakukan di saat hari-hari besar tertentu, seperti hari besar keagamaan atau memperingati hari kematian.

Misalnya, masyarakat Pariaman Sumatra Barat, biasnaya melakukan tradisi malamang pada saat acara Maulid Nabi.

Tradisi ini lahir tak lepas dari peran Syekh Burhanuddin, Ulama asal Pariaman. Saat itu Syekh Burhanuddin melakukan perjalanan ke daerah pesisir Minangkabau untuk menyiarkan agama Islam, terutama di Daerah Ulakan, Pariaman.

Menurut Tambo (kisah yang meriwayatkan tentang asal-usul dan kejadian masa lalu yang terjadi di Minangkabau), saat itu Syekh Burhanuddin rajin berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk bersilaturahmi dan menyiarkan agama Islam.

Oleh warga, berliau sering siduguhi makanan. Namuan Syekh Burhanuddin meragukan kehalalan makanan yang dihidangkan. Dia pun menyarankan kepada setiap masyarakat yang dikunjunginya agar menjaci bamboo, lalu mengalasnya dengan daun pisang muda. Beras ketan puith dan santan lalu dimasukan ke dalamnya, kemudian dipanggang di atas tungku kayu bakar.

Kegiatan malamang biasa dilakukan bergotong royong dengan pembagian tugas pencari bamboo sebagai tempat adonan, pencari kayu bakar untuk memanggang, penyiapan pada bahan-bahan untuk membuat lemang dan lainnya. Biasnaya lemang dibuat dalam jumlah banyak dan disajikan untuk kudapan dalam acara Maulid Nabi di surau-surau.

Masyarakat Pariaman, Idar (33) menuturkan malamang sudah menjadi keharusan yang dilakukan saat menyambut hari besar keagamaan.

Menurutnya, tradisi Malamang sendiri sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan sampai sekarang masih dilakukan oleh kebanyakan kampung-kampung di Pariaman.

 

Leave a Reply