RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Rumah Pohon Literasi Pagaruyuang. (Instagram/@rumahpohonliterasi)

Memahami Adat Minangkabau di Wisata Rumah Pohon Literasi

Berbagai cara dilakukan oleh penggiat literasi untuk membangkitkan kembali minat baca gerenasi muda. Mulai dari perpustakaan keliling hingga membentuk sebuah komunitas dan ruang baca pun dilakukan. Tujuannya adalah, agar kaum milenial saat ini gemar membaca sehingga dapat memperluas wawasan, mempertajam gagasan, serta meningkatkan kreatifitas.

Tren anak muda saat ini banyak menunjukan sesuatu yang unik dan berbeda yang disampaikan melalui media sosial. Seperti yang ditawarkan oleh wisata Rumah Pohon Literasi yang berada di Nagari Pagaruyuang, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Di sana kamu bisa mendapatkan beragam ilmu tentang Minangkabau sembari berwisata.


Rumah Pohon Literasi Pagaruyuang. (Instagram/@rumahpohonliterasi)

Yusril sebagai penggagas Rumah Pohon Literasi Pagaruyuang mengatakan, selain difokuskan untuk tempat wisata sekaligus taman baca, kawasan rumah pohon nantinya juga akan dijadikan tempat pembelajaran budaya.

“Persoalan literasi sebenarnya tidak hanya sebatas membaca, akan tetapi mengandung makna lebih luas, termasuk pembelajaran berbagai hal, salah satunya tentang adat dan budaya,” katanya seperti dilansir Antara.

Nantinya, pembelajaran budaya akan meliputi berbagai hal, selain kebudayaan dalam bentuk tradisi akan tetapi juga kebudayaan dalam bentuk benda.


Rumah Pohon Literasi Pagaruyuang. (Instagram/@rumahpohonliterasi)

Kebudayaan dalam bentuk benda berupa tinggalan cagar budaya merupakan salah satu aspek yang juga penting untuk diketahui oleh masyarakat.

“Untuk hal ini nantinya akan dibimbing atau dipandu oleh orang-orang yang paham dan mengerti tentang benda-benda bersejarah, terutama yang ada di Tanah Datar,” ujarnya.

Selain itu juga, nantinya Rumah Pohon Literasi juga akan dibangun sebuah gelanggang atau lapangan guna belajar silat sekaligus belajar tentang adat Minangkabau.

Fasilitas ini dibangun merujuk kepada tingkat pemahaman masyarakat tentang adat dan budaya yang masih terbilang rendah, terutama generasi muda.

“Dengan upaya ini nantinya diharapkan dapat semakin meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap kegiatan literasi serta kebudayaan,” kata dia.

Leave a Reply