pesilat-minangkabau

Fadli Zon Gelar Silaturrahmi Pesilat Minang dan Sunda

Sebanyak 20 pesilat Minang yang dipimpin Mak Katik budayawan seni adat Minangkabau hadir di tanah Pasundan untuk mempertunjukkan seni bela diri silek/ silat minang.

Pertunjukan digelar dalam acara Silaturrahim Pesilat Sunda dan Minang di Padepokan Sangsaka Buana Indonesia, Cibinong, Bogor, Minggu siang (8/3). Silaturrahim sekaligus sebagai balasan atas kunjungan para pesilat Sunda ke Rumah Budaya Fadli Zon di Sumatera Barat.

Acara silaturrahmi digagas Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam rangka mengisi masa reses. Hadir dalam acara ini Edie Nalapraya (Tokoh Silat Internasional dan Bapak Pencak Silat), Iwan Setiawan (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor), dan Kolonel Fulad (Danrem 061 Suryakancana).

Silaturahmi Pesilat Minang & Pasundan

Dalam sambutannya, Fadli Zon berharap acara ini mampu menyampaikan tutur rasa persaudaraan. Dan lebih lagi, kekayaan bangsa yang utama adalah kebudayaan bangsa.

“Karena itu, jika ingin merevolusi mental bangsa harus dimulai dari menggiatkan banyak acara budaya,” tutur Fadli Zon dalam acara yang juga mendeklarasikan Persaudaraan Pencak Sunda dan Minang.

Dalam pengantarnya, Ki Jatnika dan Mak Katik menyampaikan terima kasih kepada Fadli Zon yang telah menggagas acara tersebut. Bagi mereka, hal ini merupakan momentum kebudayaan yang sakral.

“Keduanya punya kesamaan yaitu bela diri, bukan menyerang. Filosofisnya para pendekar mempelajari pencak silat untuk membela dirinya, membela bangsa dan negaranya,” ujar Ki Jatnika.

Pencak, menurut Ki Jatnika berasal dari kata Sunda Panca yang artinya lima. Apabila diperjelas menjadi pendidikan fisik, akal, rasa, kalbu dan rohani.

Sedangkan Silat, menurut Mak Katik berasal dari Minang. Orang Minang mengambilnya dari kata Shalat. Artinya, para pesilat di tanah Minang biasa memainkan silat di sekitaran surau.

“Deklarasi Persaudaran Pencak Sunda dan Minang sangat tepat dan harus mendapatkan dukungan,” ujar Mak Katik dan Ki Jatnika. (RMOL)

Leave a Reply