RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Keseruan Pacu Jawi Tradisi Kebanggan Tanah Datar

Pacu Jawi merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dilestarikan. Untuk itu, masyarakat dituntut untuk terus mengembangkannya menjadi salah satu andalan pariwisata daerah Tanah Datar.

“Sebagai salah satu warisan nenek moyang kita yang sampai saat ini masih tetap lestari tentu kita patut bersyukur dan bangga. Untuk itu kita juga dituntut untuk terus mengembangkannya menjadi salah satu andalan pariwisata daerah,” ujar Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma saat membuka acara Alek Pacu Jawi di Sawah Gadang Tarantang Sayang, Nagari Tigo Koto, Kecamatan Rambatan.

Wabup mengungkapkan, Alek Pacu Jawi ini sarat dengan nilai-nilai budaya masyarakat Minangkabau, dan apa yang disaksikan saat ini juga dilakukan oleh para nenek moyang dahulu.

Wali Nagari Tigo Koto Muhammad Hatta mengungkapkan, Alek Nagari Pacu Jawi ini berkaitan erat dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau terutama di kabupaten Tanah Datar, sehingga pelaksanaannya pun selalu dilakukan setelah waktu salat zuhur dan diakhiri waktu salat asar.

“Ini kaitannya agar kegiatan ibadah masyarakat tidak terganggu dengan adanya kegiatan Pacu Jawi,” kata Hatta.

Dia juga mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada data yang pasti terkait kapan awal dimulainya Alek Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar, karena informasi yang dikumpulkan selama ini tidak ada yang pasti dan akurat.

Alek Pacu Jawi di Tigo Koto dilaksanakan selama empat kali Sabtu dan akan ditutup pada 29 Juni 2019.

Sementara Kabiro Humas Provinsi Sumatera Barat Jasman yang juga hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, mengatakan bahwa Pacu Jawi ini merupakan event yang harus terus diberikan perhatian dan tingkatkan lagi keberadaannya.

“Kami juga akan berusaha mensinkronkan agendanya dengan event-event besar lainnya di Sumatera Barat, bahkan kalau perlu nasional. Sehingga Alek Pacu Jawi yang sangat kita banggakan ini bisa menjadi event nasional,” ungkapnya.

Jasman tidak lupa berterimakasih kepada para fotografer dan wartawan yang selalu setia mempublikasikan Alek Pacu Jawi di berbagai media, sehingga Pacu Jawi dikenal dan diketahui oleh dunia. “Yang jelas ini merupakan ajang promosi dan kita patut bersyukur,” kata Jasman.

Leave a Reply