RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Keistimewaan Ayam Kokok Bertingkat Khas Solok, Hingga Jutaan Rupiah

Keistimewaan Ayam Kokok Bertingkat Khas Solok, Hingga Jutaan Rupiah

Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal mengajak masyarakat setempat memelihara “ayam kukuak balenggek” atau jenis ayam kokok bertingkat untuk melestarikan dan melindungi ayam khas lokal itu dari kepunahan.

Ayam ini merupakan keturunan dari persilangan ayam hutan merah dengan ayam kampung setempat, sehingga suara dan tingkatan kokoknya sangat khas dan hanya ada di Solok. Kokok ayam dengan suara bertingkat-tingkat, membuat penasaran para pengunjung rumah makan di kawasan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

Pemandangan alam berupa gunung, jurang yang semuanya berwarna hijau segar, bisa tergoyahkan oleh kokok ayam nan aneh. Itulah yang terjadi di depan RM Damar Resto yang berada persis di pinggir jalan dari Danau Kembar menuju Ibukota Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kandang ayam bertingkat sengaja ditempatkan di samping Rumah Makan Damar Resto. Beberapa ayam ditempatkan di tiang pajang untuk memancing minat para tamu. Suara kokok ayam jantan bersahutan.

Namun yang aneh, kokok ayam itu bertingkat-tingkat. “Kalau di Sulawesi Selatan ada ayam tertawa, di sini ayam balenggek atau bertingkat,” jelas Anizah Chan, sang pemilik ayam.

Dengan bangga, Anizar Chan memamerkan ayam kebanggannya. “Namanya Sibalang. Juara satu spesial tingkat Sumatera Barat,” ujarnya sambil mengelus ayam.

Menurut Anizar Chan, ayam tersebut ditawar orang seharga Rp 9 juta. “Tapi tak saya jual. Ini untuk peranakan, supaya kami dapat bibit paling bagus,” ujarnya.

Harga ayam lainnya pun cukup mahal. Yakni sekitar Rp 2,5 -3,5 juta per ekor.

Leave a Reply