RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Harapan Warga Mentawai ke Gubernur Sumbar Kedepan: Jangan Anaktirikan Kami

Mentawai merupakan salah satu kabupaten di Sumbar yang secara geografis, budaya dan etnis berbeda dari pada umumnya warga Sumbar yang berasal dari suku Minang.

Untuk itu, Masyarakat Kepulauan Mentawai mengharapkan Gubernur Sumbar kedepannya tidak menganaktirikan masyarakat di daerah tersebut.

Reynold dari Solidaritas Pecinta Budaya Mentawai (Sita Simattaoi) mengatakan sosok yang dibutuhkan untuk mengemban tugas sebagai Gubernur Sumbar periode selanjutnya adalah sosok yang mengerti situasi kondisi geografis, topografis alam Mentawai.

“Kita berharap Gubernur Sumbar mendatang memiliki kepedulian dengan masyarakat Mentawai dan berupaya membantu eksplorasi dan pelestarian budaya Mentawai, dan jangan anak tirikan kami,” ujar Reynold (Paburut kerei) di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara kepada Covesia, Selasa (2/7/2019).

Reynold juga mengharapkan Uma yang merupakan bagian dari budaya Mentawai bisa dilestarikan dan dipromosikan oleh Pemprov Sumbar, karena rumah adat yang ada di Taman Budaya Sumbar hanya menggambarkan budaya Minangkabau.

Ia juga mengusulkan agar Uma sebagai bagian dari budaya di Provinsi Sumbar dan dapat berdiri di taman budaya Sumbar.

“Untuk mempromosikan dan memberdayakan Seniman Mentawai, kita mengharapkan ada Uma yang dibangun di taman budaya Sumbar dilengkapi aksesoris seni, budaya. Kalau bisa, ada atraksi tato Mentawai di sana,” ungkap Reynold.

Sementara Joel (Pitto gagai) yang juga anggota Solidaritas pecinta budaya Mentawai mengharapkan sosok Gubernur Sumbar yang bisa mempermudah dan memberi ruang bagi pemuda seniman tato Mentawai untuk menato di tingkat Provinsi Sumbar.

Selama ini, menurut dia, penato di Mentawai kurang mendapat ruang dan perhatian berkreasi di tingkat provinsi.

“Kita berharap penato dan warisan budaya seperti tato Mentawai tidak dianggap sebelah mata. Pemerintah mau memperhatikan, dan bisa lebih kreatif lagi untuk menonjolkan warisan budaya dan seni di Mentawai,” katanya.

Dengan adanya support yang lebih efisien dan real dari pemerintah untuk memberdayakan mereka terus berkarya, dan berkreasi dalam setiap acara, menurutnya akan bisa menggenjot perekonomian masyarakat.

“Kalau ada event-event di Provinsi Sumbar atau kabupaten lainnya, tidak ada salahnya tim seni dan budaya Mentawai diundang dan diberdayakan,” tuturnya.

Sementara, terkait pembangunan di Provinsi Sumatera Barat khususnya di Mentawai, kata mereka, sudah cukup berjalan baik namun masih terkesan lamban.

“Karena kita daerah kepulauan, kita berharap pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur dan transportasi hingga ke pelosok daerah,” imbuh mereka.

Leave a Reply