gunung marapi

Gunung Marapi, Pesona dan Legendanya

Jika di pulau Jawa ada Gunung Merapi, di Sumatera juga ada gunung dengan nama yang hampir mirip yaitu Gunung Marapi di Sumatera Barat. Gunung Marapi yang berada di daerah Agam ini banyak menarik minat para pendaki untuk menapaki puncaknya, atau para wisatawan yang hanya ingin menikmati keindahannya dari kejauhan.

Baca Juga: Objek Wisata di Sumatera Barat

Dinamakan Marapi mungkin karena gunung ini adalah salah satu gunung aktif yang masih kerap menyemburkan isi perutnya. Setidaknya pada 2018 lalu, Marapi meletus. Setidaknya catatan hingga kini Marapi telah meletus hingga 50 kali.

Meski tak setinggi Merapi di Pulau Jawa, Marapi tetap menarik untuk didaki, menurut lansiran berita dari situs resmi Pemprov Sumbar, gunung setinggi 2891 mdpl ini hampir tidak pernah sepi dari pendaki.

Menurut cerita para pendaki, ketika sampai di puncak gunung, kita akan bisa melihat hamparan keindahan beberapa daerah Sumatera Barat seperti Kota Bukittinggi yang pastinya akan kelihatan sangat kecil, atau Danau Singkarak juga akan kelihatan dari sudut yang berbeda.

Foto: instagram.com/baaiiiiim_

Selain pemandangannya ke bawah, di atas ketinggian, kamu akan menjumpai taman bunga edelweis yang luas dan membuat para pendaki betah berlama-lama. Di Marapi lokasi untuk mendirikan tenda juga relatif banyak, karena kontur daerah yang landai.

Bagaimana pemandangan Marapi dari bawah?

Jika kamu bisa menikmati Kota Bukittingi dari ketinggian, kamu pun bisa menikmati besar dan tingginya hamparan Marapi dari Kota Bukittingi. Saat kondisi cerah, tidak panas dan tidak pula berawan, menikmati pemandangan gunung ini di teras rumah sampai ditemani segelas kopi dan sepiring gorengan merupakan nikmat yang tiada tara yang Allah suguhkan didepan mata kita.

Gunung Marapi, Legenda di Masyarakat Minangkabau

Menurut cerita-cerita terdahulu, nenek moyang masyarakat Minangkabau berasal dari lereng gunung ini. Di tandai dengan adanya Nagari Pariangan di daerah Tanah Datar yang menjadi cikal bakal sistem kanagarian di Sumatera Barat. Perlu diketahui desa-desa di provinsi ini disebut dengan nagari. Nagari sendiri adalah bahasa Minang dari negeri.

Dulunya, konon, pernah terjadi banjir besar di Sumatera Barat, dan masyarakatnya menyelamatkan diri ke gunung ini. Setelah banjir tersebut surut, mereka pun turun dan menempati tiga lokasi berbeda hingga berkembang sampai saat ini. Lokasi tersebut adalah Luhak nan Tigo (Luhak nan Tuo, Luhak nan Tangah, dan Luhak nan Bungsu).

Berdasarkan cerita rakyat ini pula, Marapi dijadikan masyarakat Sumatera Barat sebagai salah satu simbol budayanya.

Leave a Reply