RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Eksotisnya Sunset Pantai Padang, Sumatera Barat

Menyesap secangkir kopi sembari menatap keindahan senja adalah kemewahan yang bisa dinikmati di Pantai Padang, Sumatera Barat.

Keindahan pantai, alunan debur ombak, dan riuh gembira suara anak-anak kecil yang berlarian di pinggir pantai menjadi perpaduan sempurna sebelum langit berganti malam di sana.

Tak heran saat libur Idul Fitri 1439 Hijriah jumlah kunjungan ke Pantai Padang setiap hari bisa mencapai 10.000 orang dengan puncaknya terjadi menjelang senja.

Setiap libur nasional, seperti Lebaran, sepanjang jalan yang berada di sisi pantai mulai dari kawasan LP Muaro Padang hingga Taman Muaro Lasak pasti dipadati oleh kendaraan bermotor yang dibawa pengunjung Pantai Panjang.

Tak cuma milik warga Sumatera Barat, kendaraan tersebut juga ada yang berpelat nomor daerah lain seperti Jakarta. Mungkin pemiliknya sedang pulang kampung setelah merantau sekian lama di ibu kota.

Berwisata ke Pantai Padang tak perlu mengeluarkan biaya mahal karena untuk masuk tak dipungut biaya. Lokasinya pun mudah dijangkau, hanya satu kilometer dari Pasar Raya Padang.

Pengunjung tinggal menyiapkan biaya parkir kendaraan untuk sepeda motor Rp2.000, mobil Rp3.000, dan bus Rp5.000.

Bagi yang masih haus pemandangan, coba nikmati pemandangan dari atas kendaraan dengan berkendara dari depan LP Muaro ke arah Taman Muaro Lasak di Purus sepanjang empat kilometer.

Beragam pilihan tempat untuk bersantap pun tersedia di sepanjang pantai. Menunya mulai dari lontong pical, jagung bakar, rujak, sate, gorengan, hingga ikan laut.

Menu ikan laut disajikan segar, karena berasal dari tangkapan nelayan sekitar.

Jika pengunjung datang pada pagi hari juga dapat menyaksikan nelayan menghela pukat atau jaring yang merupakan alat menangkap ikan tradisional.

Pantai Padang kian indah karena sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota Padang melakukan pembenahan.

Jika dahulu sejumlah tempat makan berlokasi tepat berada di pinggir pantai, sekarang sudah dipindahkan mendekati jalan yang menghadap ke laut.

Pedagang kaki lima juga sudah ditertibkan sehingga suasana pantai tak lagi kumuh dan ruwet.

Bagi yang ingin berjoging, tempat ini pun favorit karena trotoarnya lebar dan rapi. Warga bisa lari sore sembari merasakan embusan angin laut.

Di Pantai Padang juga tersedia penyewaan sepeda untuk pengunjung yang ingin berkeliling tanpa kendaraan bermotor.

Salah satu objek yang juga menjadi favorit warga adalah monumen bertuliskan ‘Kota Padang’ dan Monumen Merpati Perdamaian yang menjadi lokasi swafoto.

Dari kejauhan juga terlihat Gunung Padang yang juga dipasang tulisan ‘Padang Kota Tercinta’.

Dengan pasir berwarna cokelat, Pantai Padang bisa menjadi lokasi untuk berjemur, berenang sampai berselancar. Bagi perenang awam harus berhati-hati karena ombaknya cukup besar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Medi Iswandi mengatakan guna mengantisipasi pengamanan kunjungan wisata di daerah itu, pihaknya menyiagakan personel Satpol PP, SAR, dan tenaga kesehatan di Pantai Padang dan objek wisata lainnya.

Medi berkomitmen siap mengganti kerugian wisatawan jika ada yang memungut parkir di atas ketentuan yang telah ditetapkan di lokasi objek wisata selama libur Lebaran.

“Kalau ada yang memungut di atas ketentuan saya siap mengganti dengan syarat pihak yang dipungut mau melaporkan hal ini ke polisi,” kata Medi.

Masyarakat yang merasa dirugikan atas layanan kepariwisataan setempat juga dapat melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Tim Saber Pungli di daerah itu.

Leave a Reply