RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Cara Perantau Obati Kerinduan Kampung Halaman

Seni dan budaya wajib dilestarikan dimana pun berada. Pelestarian ini diterapkan Ikatan Keluarga Minang Riau Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengadakan kegiatan yang bertajuk Semalam di Ranah Minang.

Meski merantau tidak harus lupa dengan daerah asal. Kegiatan ini berisikan pementasan kesenian asal Minangkabau, Sumatera Barat, di Food Court Riau Kompleks. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan warga Riau Kompleks RAPP dari karyawan, hingga keluarga karyawan, bahkan dihadiri oleh generasi muda milenial.

Tokoh masyarakat Minang Kabupaten Pelalawan, Datuk Osrizal Jolelo mengatakan kegiatan ini mengobati kerinduan kampung halaman bagi orang minang yang merantau di Pelalawan sehingga budaya dari tanah kelahiran tidak tergerus zaman.

“Walaupun merantau, tetapi kita harus melestarikan dan mengenalkan budaya Minangkabau. Apalagi sekarang anak-anak cenderung menyukai hal-hal yang berbau luar negeri, maka dari itu kegiatan ini pas sekali dibuat. Selain itu, juga menjadi ajang silahturahmi antar orang minang. Kegiatan ini adalah cara orang rantau untuk melestarikan budaya leluhurnya,” tuturnya.

Ketua IKM-RK, Dasrul Amri menjelaskan kegiatan ini menyuguhkan berbagai kesenian ranah minang, mulai dari lagu Ayam Den lapeh hingga Tari Piring. Menurutnya hal tersebut menjadi hiburan dan pengobat rindu bagi orang Minang yang merantau.

“Selama ini kami terus melestarikan budaya minang, tidak hanya malam ini, tetapi juga pada pagelaran Pekan Seni dan Budaya Riau Kompleks. Temanya berbeda-beda setiap tahunnya karena budaya dan kesenian Minang itu banyak sekali. Kegiatan kami juga mendapat dukungan dari manajemen RAPP dan warga Riau Kompleks,” tuturnya.

Direktur RAPP, Mhd Ali Shabri mengatakan perusahaan mendukung kegiatan positif yang dilakukan karyawannya. Kegiatan seperti ini menurutnya adalah wujud dari kerukunan warga Riau Kompleks RAPP. Warga yang hadir tidak hanya berasal dari suku Minang, tetapi juga ada Jawa, Sunda, Melayu dan lainnya.

“Kegiatan seperti ini banyak manfaatnya, tidak hanya orang Minang yang bersilahturahmi, tetapi juga dari suku lain. Hidup rukun dan damai secara berdampingan sudah dibuktikan oleh warga Riau Kompleks,” terang Ali.

Di Riau Kompleks, saat ini terdapat 11 paguyuban, diantaranya Ikatan Keluarga Melayu Riau Kompleks (IKMR), Ikatan Keluarga Minang Riau Kompleks (IKM-RK), Ikatan Keluarga Asal Batak Toba (IKABA), Ikatan Keluarga Nias (IKN), Ikatan Keluarga Asal Sumatera Selatan (IKASS), Persatuan Tunggal Warga (PUNGGAWA), Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA), Himpunan Keluarga Muslim Asal Tapanuli (HIKMAT), MERGASILIMA, PANDAN WANGI dan Ikatan Keluarga Tionghoa (IKT).

Sumber artikel dan photo : haluanriau.co

Leave a Reply