Budaya Minang Jadi Inspirasi Desainer Busana Ternama Ria Miranda

Budaya Minang Jadi Inspirasi Desainer Busana Ternama Ria Miranda

SARIBUNDO.BIZ –┬áJelang akhir tahun, Ria Miranda selalu menggelar annual show untuk memamerkan hasil karya terbaiknya. Di penghujung 2015 ini Ria merilis koleksi Spring/Summer 2016 dengan empat tema yang terinspirasi warisan budaya Minang, Padang, Sumatera Barat sebagai kota kelahirannya hingga Jepang.

Desainer lulusan sekolah mode ESMOD itu mengeluarkan rancangan yang simpel dan clean cut. Menurut Ria, di 2016 tren busana muslim akan tetap simpel, urban, modern, minimalis dengan modifikasi yang berstruktur. Namun untuk warna, Ria tidak terlalu mengikuti tren. Ia tetap konsisten menuangkan palet pastel dalam setiap rancangannya.

“Kalau warna aku tetap pastel sesuai signature aku, cuma sekarang pastelnya lebih ada yang menonjol kayak print bunganya lebih bold tapi dasarnya tetap pastel,” tutur Ria saat berbincang di The Hall, Lantai 8, Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Ria mengeluarkan empat tema koleksinya dengan nama Classifo yang terinspirasi dari flower garden di Amsterdam dan Takana bernuansa lebih tradisional dengan memberikan sentuhan Minang. Ada pula Kaguya yang terinspirasi dari film animasi karya Isai Takahata asal Studio Ghibli Hayao Miyazaki Jepang. Terakhir ada #thromback (Capsule Collection 2016) yang bekerjasama dengan ilustrator hijab muda Airin Karima.

Fashion show dibuka dengan koleksi bertema Takana yang terinspirasi dari motif songket Minang. Perpaduan celana palazzo dan tunik dengan grafis songket bernuansa biru muda membuat penampilan terlihat sopan dan feminin. Ada pula terusan panjang yang polos serta perpaduan setelan dengan celana kulot. Adapun kombinasi blouse dan vest yang yang cocok untuk tampil semi formal.

Karya Ria Miranda

Ria banyak bermain dengan material satin silk dan katun yang simpel. Sebanyak 20 rancangan dipamerkan di segmen pertama yang didominasi potongan blouse dan celana lebar. Peragaan busana dilanjutkan dengan tema #thromback yang memiliki print ilustrasi pada luaran serta celananya.

Ria hanya merilis lima look busana untuk koleksi yang bekerjasama dengan AirinKarima. Palet putih, biru pastel, dan dusty pink menjadi pilihan brand ambassador Wardah Cosmetics itu. Sedangkan potongannya tetap simpel, lurus, serta multifungsi. Seperti luaran bertali yang tak hanya bisa digunakan sebagai cape tapi juga rok.

Ada pula cardigan panjang yang memiliki grafis sketsa tangan gambar wanita berhijab di atas beragam palet busana pastel. Celana berpotongan lebar dan rok panjang menjadi perpaduan yang cocok diterapkan ke acara resmi atau bekerja. Bawahan tersebut dikombinasikan dengan potongan kemeja off white lengan panjang.

Berbeda lagi dengan segmen selanjutnya. Kali ini koleksi busana diramaikan corak floral terinspirasi dari kebun bunga di Amsterdam. Goresan teknik ilustrasi cat air seperti lukisan mendominasi koleksi bertemakan Classifo. Setelan celana lurus, blouse polos, crop top, serta rok midi terlihat pada 15 koleksi yang ditampilkan. Material dengan detail lipit membuat penampilan lebih tekstural.

Setelah itu, koleksi ditutup dengan potongan busana yang terinspirasi dari film animasi Jepang. Menampilkan 20 rancangan terbaru, siluet untuk tema ini berbeda dengan lainnya. Ria berusaha mentransformasi gaya busana masyarakat Jepang ke dalam padu padan wanita berhijab. Potongan yang serba lebar terlihat pada celana, rok, maupun blouse yang dipamerkan.

Blouse dengan gaya ikat di pinggang khas masyarakat Jepang terlihat jelas pada tema terakhir ini. Sedangkan nuansanya tetap pastel seperti krem, peach, hijau olive, nude, serta khaki. Koleksi untuk tema Kaguya menjadi tampilan yang segar dalam rancangan terbaru dari Ria.

“Pengennya Ria Miranda bikin image baru dengan menampilkan koleksi yang terinspirasi dari Jepang,” tambah Ria. sumber

Related Posts

Leave a Reply