Bareh Randang Cemilan Khas Minang, Resep & Asal Usul Namanya
bareh randang youtube dapoer uni

Bareh Randang, Resep & Asal Usul Namanya

Masih dalam suasana lebaran Idul Fitri, kali ini kami akan menuliskan tentang panganan asli masyarakat Sumatera Barat yang bernama Bareh Randang. Bareh dalam bahasa Minangkabau berarti beras, sedangkan Randang dalam bahasa daerah kami berarti rendang, sehingga jika diartikan secara harfiah, Bareh Randang adalah beras rendang.

Namun kamu jangan membayangkan akan melihat bentuk sajian berwarna coklat hampir kehitaman seperti rendang pada umumnya, Bareng Randang malah berwarna abu-abu keputihan dan berbentuk persegi empat. Makanan ringan ini biasa dijadikan oleh-oleh bagi para perantau ketika kembali dari kampung halaman.

Bareh Randang sebenarnya adalah makanan ringan atau cemilan. Makanan ini akan banyak dijumpai di rumah-rumah masyarakat Minang ketika ada hari-hari besar, termasuk Hari Raya Idul Fitri. Bareh Randang disajikan tuan rumah kepada tamu, sanak saudara dan handai taulan yang datang bersilaturahmi atau berhari raya. Termasuk ketika ada acara-acara adat, misalnya adat pernikahan, Bareh Randang biasanya akan mudah kita jumpai di sana.

Namanya kok Ada Randangnya?

Meski sama sekali jauh dari bentuk rendang yang kita kenal, nama Randang yang disandang oleh cemilan ini rupanya berasal dari proses membuatnya. Sejatinya Bareh Randang dibuat dari tepung beras yang kemudian disangrai hingga mengering. Bahan tepung beras tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tradisional dan santan yang telah dimasak.

Pengusaha tradisional yang membuat panganan ini membungkusnya dalam plastik-plastik ukuran kecil, mungkin sekitar 2×3 cm dan dibuat berbentuk pipih. Kemudian dibungkus lagi dengan plastik yang lebih besar untuk dipasarkan kepada konsumen. Satu packnya bisa berisi sekitar sembilan atau dua belas buah bungkusan kecil.

Harga yang ditawarkan penjual kepada konsumen juga beragam ya. Di marketplace ada yang menjual mulai dari sebelas ribu rupiah per seratus gramnya.

Hasilnya, jadilah Bareh Randang dengan tekstur agak sedikit kasar dan padat, namun langsung ‘ambyar’ ketika dikunyah. Rasanya pun manis dan gurih. Ketika digigit pun, makanan ini agak terasa kelegitannya. Kamu bisa menikmatinya dengan secangkir teh hangat sambil bersantai di sore hari.

Meski makanan asli Sumatera Barat, secara khusus makanan ini berasal dari Kawasan darek (darat) yang meliputi Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Agam, dan Tanah Datar.

Resep Membuat Bareh Randang

Tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah? Resep ini kami nukilkan dari beberapa referensi ya. Silahkan dicoba, atau kamu juga bisa tonton video dari Channel Dapoer Uni di video di bawah ini ya.

Bahan:

  • 500 gr tepung beras yang sudah disangrai
  • ½ liter santan
  • 1 lembar daun pandan
  • 500 gr gula pasir
  • Air secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Vanili secukupnya

Cara:

  • Rebuslah santan dengan daun pandan, gula, dan garam hingga matang mengental, kemudian matikan api dan dinginkan santan tersebut.
  • Setelah dingin tuangkanlah rebusan santan tadi ke dalam tepung beras sambil diaduk perlahan hingga tepung mudah dibentuk dan bertekstur.
  • Bentuk dan bungkus sesuai dengan selera.
  • Sajikan.

Leave a Reply