Bang Yose, Sang Penyelamat Penyu di Pantai Pasia Jambak

Keindahan Pantai pasia jambak menjadi salah satu pantai yang indah dikota Padang. Terletak di Kelurahan Pasia Nan Tigo ini menyajikan suasana yang nyaman dengan deburan ombak yang menenangkan jiwa, deretan pohon cemara yang membuat sekitaran pantai menjadi rindang, dan hamparan pasir yang cukup luas untuk bermain dan bercanda ria dengan sanak keluarga.

Tempat ini juga mempunyai kekayaan akan fauna. Sebut saja berbagai jenis ikan, udang, penyu dan berbagai jenis fauna lainnya. Dengan adanya kekayaan fauna ini, tentu akan menambah daya jual dari pantai ini.

Hewan Penyu menjadi salah satu hal yang menarik dari pantai ini. Reptil dengan nama ilmiah Chelonioidea ini diperkirakan sudah ada sejak 145-208 juta tahun yang lalu, sehingga penyu termasuk binatang purba. Namun kondisi nya saat ini sangat miris, dan dinyatakan sebagai hewan yang hampir punah.

Bang Yose. Begitu beliau akrab disapa, seorang pemuda yang saat ini sudah menetap di pasia jambak. Pemuda kreatif yang berinisiatif untuk menyelamatkan populasi penyu yang terancam punah. Sekitar 12 tahun yang lalu mulai prihatin melihat penyu yang semakin hari semakin langka keberadaannya, karena disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya adalah karena perburuan liar.

“Masyarakat memburu penyu ini untuk diambil telurnya, kemudian telur tersebut dijual”, ujarnya kepada Minangkabau news.com, Senin (07/09/2020).

Telur penyu menjadi target utama dari pemburu liar, karena harganya yang cukup mumpuni pada waktu itu. Biasanya masyarakat menyisiri pantai untuk mendapatkan telur tersebut, yang ditinggal pergi sang indukan.

Bahkan sebagian ada yang sampai membunuh indukan demi mendapatkan telurnya, tutur Yose.

“Kami pernah menemukan indukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan perut yang sudah terbelah. Kemungkinan telurnya sudah diambil”, ujarnya.

Semenjak saat itu, timbul lah niat dari bang Yose untuk menyelamatkan penyu-penyu tersebut. Berbagai upaya beliau lakukan, seperti berusaha untuk mengamankan telur penyu dari kejaran pemburu. Dengan menyisiri pantai, memilih satu satu telur yang berserakan.

Kemudian mengumpulkannya dalam sebuah wadah yang berfungsi sebagai tempat penetasan nantinya. Perjuangan mengumpulkan telur tersebut juga tidak mudah, beliau harus beradu cepat dengan pemburu telur, bahkan beliau harus bersitegang dengan mereka.

Berbagai pendekatan coba dilakukan, seperti membeli telur tersebut dari sang pemburu, memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa telur penyu ini tidak boleh diburu, karena merupakan hewan yang hampir punah. Semua usaha tersebut nyaris tak membuahkan hasil, bahkan masyarakat sampai menjudge bang Yose sebagai orang yang menghambat salah satu mata pencaharian mereka, dan berbagai tuduhan-tuduhan lainnya.

Semangat untuk menyelamatkan penyu menjadi senjata utama untuk terus berjuang. Hingga akhirnya tahun 2013 menjadi tahun pertama untuk mendirikan konservasi penyu.

Berjuang sendiri bukanlah suatu hal yang mudah, berbagai tantangan dihadapi, mulai dari kurangnya alat operasional, kurangnya biaya perawatan dan berbagai tantangan lainnya. Sementara untuk biaya operasional bang Yose mengeluarkan kocek dari kantong pribadinya, dan berusaha melakukan perawatan penyu seadanya.

Berbagai suka duka saat mendirikan dan merawat konservasi beliau ceritakan. Salah satu hal yang memperihatinkan adalah kurangnya alat untuk penanganan penyu yang sakit. Jika ada penyu sakit, maka langsung dibawa kerumah sakit biasa, dan disana penanganannya tidaklah terlalu baik.

“Pernah suatu waktu, kami membawa penyu ke rumah sakit. Tapi karena penanganan yang kurang baik, akhirnya penyu tersebut tidak tertolong”, sambungnya.

Beliau berharap mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah untuk menyelamatkan reptil purba ini. Baik dalam bentuk fasilitas untuk pengembangbiakan, operasional patroli pantai, fasilitas kesehatan dan lain-lain.

Karena kalau tidak ada perhatian khusus, beliau khawatir generasi selanjutnya tidak bisa menikmati salah satu keindahan pasia jambak tersebut.

Sampai saat ini banyak wisatawan yang berkunjung ke konservasi penyu tersebut. Wisatawan bisa belajar banyak tentang bagaimana cara mengembangbiakan penyu dan hal-hal menarik lainnya tentang penyu.

Semoga ini menjadi titik terang, bagi keselamatan penyu di Pasia Jambak untuk kedepanya. Sumber

Leave a Reply