Awas Rendang Singapura Menyusup ke Indonesia
awas rendang singapura bisa saja masuk Indonesia

Awas Rendang Singapura Menyusup ke Indonesia

SARIBUNDO.BIZ – Saya terkesiap mendengar pidato Presiden Jokowi ketika menyerahkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya 2015 kepada 22 perusahaan UMKM di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/11) silam. “Rendang, hati-hati, artinya itu bisa kita diekspor. Jangan keliru. Nanti ada rendang masuk dari negara lain kaget kita,” kata Jokowi.

Membuat rendang itu bisa dipelajari. Bahan dasarnya daging, santan dan racikan bumbu. Bukan tidak mungkin akan masuk rendang dari Singapura. Eh, karena modalnya lebih besar dan riset yang matang, maka rendangnya lebih enak, bersih dan dikemas dalam packing yang menarik. Rendang kita pun kalah bersaing.

Indonesia memang pasar yang empuk. Penduduknya berjumlah 250 juta, 40% dari penduduk Asean. Apalagi ada kelompok menengah yang bertumbuh pesat akan menjadi pasar yang subur.

Saya khawatir akan banyak pengusaha kuliner dari negara Asean yang tertarik menanam modal di Indonesia. Maklum, bisnis kuliner tidak ada matinya. Sepanjang orang masih mempunyai perut, sepanjang itu pula bisnis kuliner punya pasar. Bisa-bisa kelemahan kita diisi oleh pengusaha asing, misalnya, soal kebersihan dan pelayanan yang lebih ramah dan cepat.

Rendang Singapura & Ancaman Produk Asing

Jadi meskipun Presiden meminta kepada pelaku usaha di Indonesia jangan takut menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai 1 Januari 2016, tapi harus meningkatkan kualitas agar bisa bersaing dengan usaha sejenis yang datang dari negara-negara Asean lainnya. Atau malah bisa diekspor ke luar negeri.

Peringatan Jokowi itu penting karena dengan berlakunya MEA, Indonesia tak lagi bisa bilang “tunggu dulu” dan apalagi hendak menolak. Saya membayangkan mereka tak lagi perlu repot-repot meneliti, bisnis apakah yang punya prospek di Indonesia. Mereka tinggal melihat bisnis apa yang laris manis, dan lalu menirunya lebih kreatif.

Contoh sederhana kripik singkong asal Indonesia sudah ‘goes international’ ke Korea. Nah, tak mustahil produk sejenis ditiru negara lain, dan lalu masuk ke Indonesia. Tampaknya, “perang” mutu, kemasan dan pelayanan akan terbuka lebar-lebar. (Bersihar Lubis – Medan Bisnis Daily)

Leave a Reply