rumah gadang baanjuang

Uniknya Arsitektur Rumah Gadang Baanjuang di Nagari Sungai Batang

Masyarakat Minangkabau memiliki rumah adat, Rumah Gadang namanya. Nama Gadang disematkan, karena memang rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar dengan ruang-ruang besar yang terdapat di dalamnya. Dulu kala Rumah Gadang pun ditempat keluarga dengan jumlah anggota yang banyak. Kali ini kita akan tulis tentang Rumah Gadang Baanjuang. Apa itu?

Rumah Gadang saja unik ya Sanak, karena terdapat model tanduk kerbau melekuk meruncing ke atas pada atap rumah, bahkan hingga saat ini masih banyak ditemukan di Sumatera Barat. Di tengah gempuran modernisasi dengan rumah permanen, saat ini juga masih ada kampung khusus yang rumah-rumahnya masih berbentuk Rumah Gadang yang tradisional dan terjaga serta masih ditempati keluarga-keluarga Minang. Ada satu lagi rumah adat unik, mungkin hasil kreasi dari Rumah Gadang tradisional ya Sanak, namanya Rumah Gadang Baanjuang.

Terdapat Anjungan

cagar budaya rumah gadang baanjuang
Anjungan

Dilihat dari sisi arsitekturnya, rumah gadang ini cukup unik karena memiliki perbedaan yang agak mencolok bentuk rumah gadang pada umumnya. Biasanya bagian samping kanan dan kiri dari rumah gadang berbentuk lurus, tetapi Rumah Gadang Baanjuang ini pada bagian samping kanan dan kirinya melebar seolah-olah membentuk teras samping, di mana teras samping inilah yang merupakan anjuang. Selain itu, biasanya lantai bagian anjuang lebih tinggi, tetapi rumah gadang ini lantainya rata atau permukaannya sama dengan lantai pada bagian utama.

Rumah ini terbagi menjadi dua ruangan, yaitu ruangan utama dan ruangan tidur. Ruangan utama merupakan ruangan terbuka yang berukuran 5 x 12,6 m, jadi segala kegiatan yang dilakukan selain di kamar tidur akan terlihat ketika memasuki ruang utama. Sementara ruangan tidur, sesuai namanya adalah ruangan yang fungsi utamanya sebagai kamar tidur, di mana kamar pertama merupakan kamar untuk keluarga inti sementara kamar lainnya merupakan kamar tamu untuk kerabat yang datang dari luar daerah.

Rumah Gadang Baanjuang Milik Sastrawan Sutan Nur Iskandar

Rumah Gadang Baanjuang ini terletak di komplek pasar Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari lokasi situs cagar budaya lainnya yaitu Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, rumah kelahiran Buya Hamka.

Di sebelah Rumah Gadang Baanjuang, terdapat pula Rumah Baca Nur Sutan Iskandar, bangunan yang didirikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Agam pada tahun 2006 yang menyimpan beberapa karya populer Balai Pustaka, utamanya karya dari Nur Sutan Iskandar.

Bangunan ini juga dikenal dengan nama Rumah Gadang Baanjuang Nur Sutan Iskandar karena memang rumah ini merupakan milik keluarga sastrawan Nur Sutan Iskandar, seorang sastrawan Angkatan Pujangga Baru dan Balai Pustaka. Rumah ini sekarang dipelihara oleh ahli warisnya yang bernama Ibu Romlah, adik bungsu Sutan Iskandar dari lain ibu.

Selain di Maninjau, Rumah Adat Baanjuang juga ada di Bukittingi dengan fungsi yang memang dibuat sebagai museum. Sumber Wiki Kemdikbud

Related Posts

Leave a Reply