gandang tabuik - infopublik

Alat-alat Musik Unik Asli Minangkabau, Talempong Salah Satunya

Sumatera Barat dikenal dengan keberagaman budayanya, mulai dari pakaian adat hingga alat musik tradisional. Setiap kebudayaan yang ada di provinsi ini selalu memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Contoh nyata keberagaman budaya di Sumatera Barat bisa dilihat dari keanekaragaman alat musik tradisionalnya yang tumbuh dan berkembang dari masa ke masa.

Apa sajakah contoh alat musik daerah Sumatera Barat?

talempong - pinhome

Talempong

Dilansir dari Encyclopedia Jakarta, talempong merupakan alat musik khas daerah Sumatera Barat yang bentuknya mirip bonang dalam Gamelan Jawa. Walau bentuknya mirip, namun suara yang dihasilkan Talempong sangat khas dan berbeda dengan bonang.

Alat musik tradisional ini terbuat dari campuran bahan tembaga, besi putih dan timah putih. Talempong berbentuk bulat dan pada bagian sisi atas serta bawahnya memiliki ukuran diameter berbeda. Ukuran standar alat musik ini ialah tingginya sekitar 8,5 hingga 9,4 sentimeter. Diameternya antara 17 hingga 18 sentimeter. Tinggi dindingnya berkisar 5 hingga 6 sentimeter. Diameter sisi bawah talempong sekitar 16,5 hingga 17 sentimeter. Untuk ukuran diameter pencu antara 2 hingga 2,5 sentimeter.

gandang tabuik - infopublik

Gandang tabuik

Dikutip dari KI Komunal DJKI, gandang tabuik sering juga disebut tambue. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi beberapa pelaksanaan ritual di upacara Oyak Tabuik.

Gandang tabuik terbuat dari bahan bambu dan campuran rotan. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditabuh. Irama yang dihasilkan bisa berupa iringan heroik dan penuh semangat ataupun irama sedih.

Gandang tabuik menjadi salah satu alat musik tradisional yang sangat penting dan sering digunakan dalam berbagai upacara adat.

saluang - minangku

Saluang

Menurut Gamal Komandoko dalam buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum (2010), saluang merupakan alat musik tradisional sejenis seruling bambu khas Sumatera Barat. Saluang dimainkan dengan cara ditiup pada bagian lubangnya.

Saluang terbuat dari bambu tipis atau talang. Ukurannya sekitar 40 hingga 60 sentimeter dengan diameter 3- 4 sentimeter. Alat musik tradisional ini memiliki empat lubang agar bisa menghasilkan irama.

Bansi

Dalam jurnal Alat Musik Tiup: Bansi dalam Ritual Penyadapan Enau di Nagari Saruaso Minangkabau (2012) karya Arga Budaya, bansi merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu berjenis tolang.

Bansi termasuk dalam jenis alat musik aerofon. Alat musik tradisional ini memiliki panjang sekitar 33,5 sampai 36 sentimeter dengan diameter 2,5 hingga 3 sentimeter. Bansi memiliki tujuh lubang nada yang terletak di badannya. Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai acara, khususnya upacara adat.

Rabab – Katasumbar

Rabab

Rabab merupakan alat musik gesek dari Sumatera Barat. Rabab mirip seperti biola, mulai dari bentuknya dan cara memainkannya. Rabab dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat khusus sehingga menimbulkan suara yang indah.

Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai acara, khususnya acara hiburan rakyat.

Puput Sarunai

Melansir dari situs Warisan Budaya Takbenda Kemdikbud, puput sarunai merupakan alat musik tiup tradisional khas Minang. Puput sarunai terbuat dari bambu dan fungsinya mirip seperti klarinet. Alat musik ini sering dimainkan dalam acara kebudayaan, seperti upacara perkawinan, dan lainnya.

Puput sarunai terbuat dari batang padi, kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa. Kayu yang digunakan memiliki panjang 20 sentimeter dan diberikan lubang dengan jarak 2,5 sentimeter untuk mengatur tinggi rendah nada.

Tambua

Tambua merupakan alat musik sejenis gendang. Tambua memiliki tinggi berkisar 75 sentimeter dengan diameter 50 sentimeter. Tabung kayu menjadi bahan utama pembuatan alat musik ini dan pada bagian atasnya diberikan kulit kambing sebagai penutup. Dalam memainkannya, Tambua sering dipadukan dengan talempong serta alat musik lainnya. KOMPAS

Leave a Reply