RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

pedagang-aia-aka

Aia Aka, Menu Berbuka Kaya Manfaat

aia-akaMenu saat berbuka puasa bisa beraneka ragam macamnya. Kita bisa berbuka puasa hanya dengan teh manis, kolak, dan lainnya termasuk tak ada salahnya berbuka dengan aia aka.

Wah… aia aka? Sepertinya mendengar namanya saja sudah aneh. Apakah rasanya dan bentuknya juga aneh?

Adakah diantara teman-teman semua yang belum pernah mendengar aia aka sebelumnya? Baiklah saya akan memperkenalkannya pada teman-teman yang belum kenal dengan minuman penyegar yang satu ini.

Aia aka adalah sebutan untuk minuman penyegar yang bahan utamanya terbuat dari cincau. Kata aia aka tentu berasal dari bahasa minang. Ya… masyarakat di kampung saya menyebut minuman unik yang satu ini dengan aia aka. Walau sebenarnya banyak nama lain yang diberikan untuk jenis minuman penyegar ini di sumatera barat. Di daerah lain di sumatera barat namanya berbeda-beda tergantung daerah yang bersangkutan.

Walau namanya berbeda namun wujudnya tetap sama. Yakni terbuat dari bahan dasar cincau. Cincau yang digunakan adalah terbuat dari cincau alami. Yakni cincau yang dibuat dari daun cincau secara tradisional. Itu sebabnya warna cincau ini berwarna hijau mengkilat. Berbeda dengan cincau kebanyakan yang warnanya hitam.

Ternyata ada dua jenis cincau, yakni cincau hijau yang berasal ari tanamanCyclea barbata dan cincau hitam dari tanamanMesona palustris atau cincau perduPremna serratifolia.

Lalu bagaimana rasanya? Rasanya cukup unik. Karena terbuat dari daun cincau alami otomatis rasanya agak berbeda dengan rasa cincau yang berwarna hitam yang rasanya agak mencolok.

Untuk menikmati satu porsi aia aka akan ditemani oleh kuah khusus. Hmm… kok kuah ya? Bagusnya kita sebut apa ya? Kuahnya adalah campuran antara gula merah yang dicairkan lalu dicampur dengan santan yang sudah dimasak. Satu porsi aia aka terdiri dari cincau yang langsung dicampur dengan rebusan gula merah dan santan.

Ketika kita menikmatinya akan terasa sensasi yang unik dan menyegarkan. Cincau langsung ditelan dengan kuahnya yang manis. Ketika sampai di tenggorokan terasa segar.

Tadi ketika berbuka kami sekeluarga berbuka puasa dengan aia aka. Karena kebetulan mama tidak sempat masak kolak atau bebukaan. Akhirnya mama membeli aia aka saja yang biasa dijual oleh penjual aia aka yang sering mampir di depan rumah kami.

Untunglah masih ada yang mau memproduksi aia aka ini. Selain itu harganya cukup murah dan terjangkau. Selain itu porsinya cukup lumayan untuk satu orang untuk berbuka.

Membuat aia aka memang agak susah. Saya dulu pernah mencoba membuat cincau hijau seperti yang ada pada aia aka itu. Saya mengambil daun cincaunya dari kebun milik nenek. Di kebun ada banyak pohon cincau hijau yang ditanam nenek. Namun untuk membuatnya cukup susah. Setelah daunnya diremas-remas dengan air lalu disaring dan dimasukkan kedalam sebuah wadah. Setelah itu sari cincau itu didiamkan. Tapi ternyata cincaunya tak kunjung membeku. Akhirnya terpaksa cincau yang saya buat itu harus dibuang saja. Itulah pengalaman membuat cincau yang pernah saya coba. Kata orang, untuk membekukan cincau ada bahan tertentu yang dimasukkan saat akan membekukan cincau.

Tidak usah pusing dan bingung untuk membuat cincau hijau. Tidak usah kecewa jika cincau yang anda buat tak kunjung membeku. Karena untunglah masih ada penjual aia aka yang setia memproduksi aia aka ini. Sejak saya masih SMP sampai saya kuliah saat ini, penjualnya masih sama.. 🙂

Oh ya, apa sih manfaat dari cincau? Menurut situs yang saya browsing disini, manfaat yang terkandung dalam cincau adalah cincau sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga sangat baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet rendah kalori namun kaya serat. Cincau diyakini mampu meredakan:

– Panas dalam,

– Sembelit,

– Perut kembung,

– Demam dan

– Diare.

– Sedangkan serat yang terkandung di dalam cincau bermanfaat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen pemicu kanker.

Daun tanaman cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin diyakini mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S.S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, anti radang dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Wah… ternyata cincau kaya manfaat juga ya… maka dari itu tidak ada salahnya bagi teman-teman untuk menjadikannya referensi menu berbuka puasa. Teman-teman semua bisa berbuka dengan cincau hijau seperti aia aka ini.

Bagi teman-teman yang kebetulan tinggal atau akan berkunjung ke sumatera barat selama bulan puasa ini maka tidak ada salahnya teman-teman mencoba aia aka ini untuk berbuka puasa. Karena selain menyegarkan juga mengandung berbagai manfaat seperti yang dipaparkan diatas.

Selamat berbuka puasa dengan aia aka… salam ramadhan semuanya…

kompasiana

Leave a Reply