Rasa Pedas dan Aroma Jeruk yang Menggoda dari Serundeng Ubi

Saribundo.biz – Bicara tentang Sumatera Barat atau Ranah Minang, tentu saja yang pertama ada dalam benak adalah kulinernya. Ranah Minang sejak dahulu kala terkenal memiliki kekayaan kuliner yang tidak ada duanya.

Setiap bahan mampu diolah menjadi kudapan yang lezat dan tentu saja menyehatkan.

Tak jarang, masyarakat Minangkabau selalu menciptakan kreasi terbaru untuk memperkaya daftar kuliner yang sudah ada. Orang Minangkabau yang menjunjung tinggi Falsafah Budaya Afat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah ini ingin dunia tahu bahwa selain rendang, masih ada ribuan kuliner Minang yang cita rasanya tak kalah lezat.

Serundeng ubi salah satunya. Camilan ini dibuat dari bahan dasar ubi jalar merah, kacang tanah, dan ikan teri serta campuran bumbu lainnya, seperti, cabai rawit atau cabai keriting, daun jeruk purut, bawang merah dan garam.

Dengan rasanya yang agak sedikit pedas ditambah aroma wangi daun jeruk purut, tentu saja sangat menggoda selera. Apalagi disantap dengan nasi, lontong sayur, bakso ataupun mi rebus. Dipastikan, siapa saja yang mencoba pasti akan ketagihan.

Bahkan tak jarang, wisatawan baik domestik maupun mancanegara menjadikan serundeng ubi salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa pulang.

Cara membuatnya pun terbilang sangat mudah. Pertama, ubi yang sudah dipilih dikupas, dipotong kecil-kecil dan dicuci dengan air bersih. Setelah dicuci, ubi jalar digoreng menggunakan minyak dengan api yang kecil agar tidak gosong. Agar tidak hancur, selama digoreng ubi tersebut tidak diaduk.

Setelah itu, goreng kacang tanah dan ikan teri, cabai dan daun jeruk purut secara terpisah. Jika semua sudah selesai digoreng, maka campurkan semua bahan dengan ubi jalar merah secara merata, serta taburkan garam secukupnya. Serundeng ubi pun siap disajikan.

Bisnis yang menjanjikan
Saat ini serundeng ubi sangat banyak dijumpai, baik di warung kecil hingga supermarket. Di samping bahan-bahannya mudah ditemukan, harga serundeng ubi pun sangat terjangkau.

Ramanda Saputra, salah satu pelaku usaha serundeng ubi di kawasan Lubuk Buaya, Padang menyebutkan, menjual serundeng ubi merupakan usaha yang menjanjikan.

Bukan hanya karena merupakan salah satu komoditi unggulan pertanian di daerah Sumbar yang mudah didapati, harga beli ubi jalar merah juga terbilang cukup murah.

Ketertarikan Ramanda terhadap camilan serundeng ubi ini sudah ada sejak dulu. Berbekal modal seadanya, kini ia mampu meraup keuntungan besar. Bahkan sudah mencapai puluhan juta setiap bulannya. Di samping itu, bisnis yang dilakoninya sejak dua tahun terakhir ini juga memberikan keuntungan bagi para petani. Seluruh ubi yang dibutuhkan ia beli langsung dari petani.

“Peluang serundeng ubi ini di pasaran sagat bagus, tergantung bagaimana kita menjadikan serundeng ini dikenal dan diminati oleh seluruh kalangan. Kalau kita jual ke pasaran seharga Rp60 ribu per kilogram, ” kata Ramanda, Selasa, 11 April 2017.

Untuk saat ini, ia baru memasarkan serundeng ubi buatannya di daerah kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Kelebihan produk serundeng miliknya adalah mempunyai ciri khas, baik itu rasa, tampilan, kebersihan, kesehatan, takaran bumbu yang pas dan yang pasti tanpa bahan pengawet.

Ramanda yang menargetkan serundeng ubi olahannya bisa menembus pasar nasional itu pun berharap, selain mampu meraup keuntungan, usahanya itu juga dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi para petani dan tetangga yang menjadi pekerjanya.

Leave a Reply