RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

2 Warga Sumbar Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

2 Warga Sumbar Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Selandia Baru dan dunia berduka. Jumlah korban tewas terorisme bersenjata di masjid negara itu bertambah menjadi 50 orang, setelah sebelumnya berjumlah 49 orang.Dilansir AFP, Minggu (17/3/2019), tambahan satu korban tewas dipastikan usai polisi mengevakuasi jenazah dari dua bangunan di kawasan selatan kota Christchurch.

Komisioner Kepolisian Mike Bush menjelaskan kepada reporter, ada 36 orang yang masih dirawat di rumah sakit setelah serangan itu. Pelaku serangan teror di masjid itu adalah ekstremis sayap kanan Brenton Tarrant. Bush juga mengatakan ada dua terduga pelaku yang ditangkap polisi saat serangan berlangsung, karena kedua orang itu membawa senjata api di dalam mobilnya. Namun ternyata dua orang itu tak terlibat.

Dua dari 50 korban penembakan yang terjadi diSelandia Baru berasal dari Sumatera Barat, yakni Zulfirmansyah dan anaknya berisial M. Kakak kandung korban, Hendra, mengatakan Zulfirmansyah saat ini mengalami koma karena terkena peluru di beberapa bagian tubuhnya.

“Kami minta doa agar adik saya dapat selamat dari masa kritisnya,” katanya, di Padang, Jumat (1`5/3) dikutip dari Antara.

Sementara anak Zulfirmansyah, M, terkena tembakan di kakinya dan membuat kondisi kejiwaannya terguncang karena syok. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari istri Zulfirmansyah sekitar pukul 13.00 WIB. Hendra juga berharap adik dan keponakannya itu dapat selamat.

“Saya mendapatkan informasi tadi siang dan hingga saat ini masih terus berharap kondisi mereka baik-baik saja,” kata dia.

Dia mengatakan keluarga adiknya itu pindah ke Selandia Baru sejak Januari 2019 karena pekerjaan. “Adik saya seorang seniman, sebelum pindah ke sana dia dan keluarga berdomisili di Yogyakarta,” kata dia.

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengutuk penembakan membabi buta yang menewaskan 49 orang itu dan menyebutnya sebagai aksi teroris. “Kita mengutuk semua aksi teror, apalagi jatuh banyak korban tewas dan terluka. Di antara yang terluka itu ada dua warga Sumbar,” katanya di Padang.

Ia mengaku telah mendapat informasi dua warganya yang terluka akibat teror tersebut. Pihaknya juga berharap pelaku dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku. “Kita berdoa untuk semua korban, dan mudah-mudahan keluarga diberikan kekuatan,” ujarnya.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan ada delapan WNI berada di dua lokasi penembakan itu. Ia menyebut dua WNI, yang merupakan ayah-anak asal Padang, jadi korban penembakan di Masjid Linwood.

Sang ayah, yang diketahui bernama Zulfirmansyah, keadaannya masih kritis dan dirawat di ICU Christchurch Hospital. “Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil,” kata Tantowi.

Leave a Reply