RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

permainan tradisional khas minangkabau

Permainan Tradisional Khas Minangkabau yang Mulai Ditinggal

Selain budaya dan adat istiadat yang beragam, Minangkabau juga memiliki berbagai macam permainan tradisional khas minangkabau yang diwariskan secara turun temurun, Sabtu (12/8).

Sumatra barat selalu menarik untuk diperbincangkan. Selain kota yang menarik dijadikan tempat wisata, Sumatra Barat juga memiliki keragaman dalam baju adat, rumah adat, kuliner khas dan sebagainya.

Permain tradisional khas minangkabau juga tidak kalah menarik. Setiap suku pasti memiliki permainan khas masing-masing. Permainan tradisional khas Minangkabau dinilai unik dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, seiring bergesernya budaya masyarakat, permainan ini mulai jarang ditemukan.

Berikut ini Permainan tradisional Khas Minangkabau

Sipak rago

Dalam Bahasa Indonesa, Sipak Rago adalah sepak raga. Permainan ini sempat popular di daerah Minangkabau. Banyak yang mengatakan bahwa sipak rago inilah asal mula dari sepak takraw. Sipak rago biasa dimainkan oleh laki-laki.

Permainnya akan membentuk lingkaran lalu menyepak bola yang terbuat dari anyaman kulit rotan maupun daun kelapa. Aturan mainnya cukup mudah dimana bola tidak boleh jatuh ke tanah. Sipak rago ini tidak menggunakan jarring seperti sepak takraw. Jarring inilah yang menjadi pembeda sipak rago dengan sepak takraw.

Badia batuang

Badia sendiri memiliki arti bedil atau meriam, sedangkan batuang berarti bamboo besar. Badia batuang biasanya akan ramai dimainkan saat bulan Ramadhan. Anak anak akan berkumpul untuk membuat meriam dari bamboo yang besar. Meriam ini akan diberi minyak tanah dan sumbu. Bamboo akan dilubangi ujungnya dan lubang kecil sebelum pangkalnya. Saat disulut, badia batuang akan menghasilkan dentuman yang keras. Saat ini sulit ditemui anak-anak yang masih bermain badia batuang ini karena anak-anak lebih memilih menyalakan petasan.

Cak Bur

Cak bur sering dimainkan oleh anak-anak . nama lain dari permainan ini adalah gala panjang. Kenapa cak bur? Karena permaianan ini harus mengucapkan cak dan bur. Cak bur akan dimainkan oleh dua gelanggang dan biasanya dibuat dengan menarik garis dari atas tanah dengan mukuran 2×2 meter dan dibagi bagi menjadi beberapa kotak. Tidak ada ukuran baku, sebab ukurannya dapat disesuaikan. Kedua tim harus memiliki jumlah anggota yang sama.

Dalam permainan ini, satu tim akan berperan sebagai pemain. Tim pemain bertugas untuk melewati kotak-kotak yang ada hingga sampai ke ujung tanpa boleh tersentuh penjaga. Permaianan akan dimulai oleh pejaga paling depan dengan mengucap cak dan diakhiri dengan pemain yang berhasil melewati penjaga dan mengucapkan bur untuk menandai kemenangannya. Permainan akan diulang hingga semua anggota tim berhasil lolos.

Sipak tekong

Sipak tekong merupakan permianan petak umpet khas minang. Sipak sendiri berari sepak dang tekong berarti kaleng. Yang membuat permainan ini berbeda adalah pemain yang dahulu tertangkap dapat diselamatkan. Seperti petak umpet pada umumnya aka nada satu orang yang bertugas sebagai penjaga dan yang lainnya akan bersembunyi. Akan ada kaleng yang diletakan ditengah lingkaran. Penjaga akan mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Penjaga harus menyebutkan nama dan menyentuh tekong sambil berkata sipak tekong. Jika hal ini tidak dilakukan, maka orang yang bersembunyi tadi dapat bersembunyi kembali dengan menyepak tekong tersebut.

Patut disayangkan karena permainan khas Minangkabau ini perlahan mulai ditinggalkan seiring bergersernya budaya. Marilah kita melestarikan budaya kita sebelum akhirnya benar-benar hilang.

Baca : Transaksi Unik Jual Beli Khas Minang

Baca : Permainan-permainan dari ranah minang

Leave a Reply