RESPON CEPAT PESAN ANTAR : (021) 345 8343 & (021) 386 5055

Kacimuih, Jajanan Tradisional Singkong Bercampur Kelapa Khas Minangkabau

Nama dan bentuk makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat, yang satu ini terbilang unik. Sekilas dilihat, hampir tidak memiliki rasa keinginan untuk mencicipinya, tetapi, jika lidah telah menyentuhnya, bisa ketagihan.

Ya, kacimuih, itulah sebutan bagi masyarakat di Minangkabau untuk makanan yang terbuat dari singkong dan campuran parutan kelapa ini. Kacimuih ini merupakan salah satu jajanan tradisional orang Minangkabau, yang kini mulai sulit untuk ditemukan. Namun, bagi Anda yang cukup penasaran mencicipi rasai kacimuih ini, bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional di Kota Padang, maupun di daerah lainnya.

Sebenarnya, penyebab mulai minimnya dijual di pasar, bukanlah soal kendala bahan-bahannya, ataupun tidak adanya lagi orang yang bisa membuat kacimuih. Tetapi, peminat dari makanan kacimuih ini terlihat sepi.

Tak dipungkuri, yang masih tetap ingin menikmati kacimuih ini generasi yang lahir pada pada 1980-an. Sementara di atas 1980-an, terlahir dengan selera makanan modern. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab kacimuih kehilangan pangsa pasarnya.

Kendati tidak begitu banyak dijual, makanan kacimuih ini tetap menjadi salah satu makanan saat berkumpul dengan keluarga. Lalu, bagaimana untuk membuat kacimuih ini?

Seorang gadis Minang yang juga hobi memasak makanan tradisional, Dewi Amore, menjelaskan, hal yang pertama dilakukan mengupas singkong dan membersihkannya. Lalu, diparut dengan mata parutan tidak terlalu kecil.

“Jadi, untuk memarutnya, harus ditampung dengan wadah yang kondisi air di dalam wadah itu telah mendidih. Nanti bila telah selesai diparut, lalu masukkan sedikit garam ke dalam wadah yang dimasak. Lalu, tunggulah sekira 20 menit, barulah singkong yang diparut itu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang kering,” jelasnya.

Hal pertama perlu diperhatikan adalah kondisi kematangan dari singkong yang telah direbus, karena kenikmatan kacimuih ini terletak dari tekstur singkongnya, untuk itu harus diperhatikan tingkat kematangan dari singkongnya. Jika semuanya sudah siap, saatnya parutan singkong itu dicampuri parutan kepala dan gula pasir.

Pada proses ini, antara parutan singkong, kelapa, dan gula pasir harus diaduk atau artinya ketiga komponen itu harus menyatu. Setelah itu, baru dibuat sebuah cetakan.

“Bentuk cetakannya itu tergantung selera dari yang menyajikan. Karena juga ada yang mencetaknya dengan cara manual, yakni dengan tangan yang bisa dibentuk dengan berbagai kreasi, seperti membuat sebulat bola, atau bentuknya seperti lopis segitiga. Lalu, juga ada menyediakan cetakan khusus,” ucap gadis Minang ini.

Menurutnya, setelah semua tahap telah selesai dikerjakan, kini saatnya untuk menikmati kacimuih yang bahan-bahannya benar-benar alami, tanpa pengawet, dan tanpa banyak bahan-bahan atau bumbu-bumbu lainnya.

Mengingat makanan kacimuih ini menggunakan bahan-bahan alami, untuk itu makanan ini merupakan makanan yang harus habis dalam jangka waktu 24 jam.

Jika tidak, makanan kacimuih akan terasa basi, hal ini dikarenakan adanya campuran parutan kelapa.

Makanan kacimuih ini juga sering disebut dengan makanan sehat, karena bahan-bahannya sungguh alami, yakni singkong, parutan kelapa, dan gula pasir.

Terkait adanya rasa manis di kacimuih ini, sebenarnya bukan menjadi rasa utama. Gula pasir yang digunakan pada makan kacimuih ini hanya seperlunya saja, sebagai pengimbang rasa dari parutan kelapa.

loading...

Leave a Reply